Memaknai Kehidupan (47): ILMU YANG LEBIH MULIA DARI HARTA DAN IBADAH.

Saudara-saudaraku,

Kita sudah membahas bagaimana mem¬proses sejuta urusan dunia menjadi amal saleh dan ibadah. Akan tetapi, bagaimana mungkin kita bisa beribadah secara baik dan benar jika tidak mengetahui ilmu ibadahnya? Al Ghazali mengajarkan dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat, manusia harus memiliki empat hal yaitu:
1. Harus mempunyai ilmu yang bermanfaat
2. Harus mempunyai amal
3. Harus mempunyai ikhlas
4. Harus mempunyai khouf atau rasa takut.

Surga dikepung dengan berbagai kesusahan. Sebaliknya neraka dikelilingi dengan segala macam kemudahan dan pesona dunia. Oleh sebab itu manusia yang ingin selamat dari godaan dunia dan berhasil meraih kemuliaan akhirat, wajib memiliki ilmu yang dapat mengetahui semua penghalang surga dan pembujuk neraka. Ilmu yang dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Ilmu yang dapat membimbing manusia menuju ketaatan kepada Gusti Allah dan Kanjeng Nabi. Sebab kalau tidak, maka kita ibarat orang buta yang berjalan tertatih-tatih di tengah keramaian dan hirup pikuk jalan raya.

Perihal ilmu, Allah berfirman dalam Surat Ath-Thaalaq (65:12), “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmunya benar-benar meliputi segala sesuatu.” Ayat ini cukup menjadi dalil, betapa mulia dan luhurnya ilmu, sekaligus keharusan mencarinya, apalagi ilmu tauhid.

Ilmu menurut Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, lebih mulia daripada harta. Ilmu menjaga pemiliknya, sedangkan terhadap harta, justru sang pemiliklah yang disibukkan menjaganya. Harta berkurang karena dinafkahkan, sedangkan ilmu semakin bertambah bila dinafkahkan. Harta juga tidak bisa menyertai dan membantu pemilik¬nya kelak di Kampung Akhirat. Sementara itu ilmu yang bermanfaat yang diamalkan pemiliknya, akan dengan setia mendampingi dan mem¬bantu pemiliknya di Mahkamah Akhirat.

Menjadi gamblang bahwa ilmu adalah permata yang juga lebih mulia dibanding ibadah, tapi ibadah harus menyertai ilmu. Ilmu itu ibarat pohon, sedangkan ibadah adalah buah yang menjadikan pohon itu mulia dan ber¬manfaat.

Dalam buku “Mutiara Kehidupan Untuk Anak” saya menulis, oleh karena itu pantaslah bila kita memang harus selalu menuntut ilmu semenjak dari buaian hingga ke liang lahat. Menuntut ilmu sepanjang hidup, di mana dan ke mana pun, “walau jauh ke negeri Cina.” Marilah kita jadikan alam semesta dan kehidupan masyarakat sebagai kampus kehidupan, di mana kita harus senantiasa menyerap ilmu darinya.
Selanjutnya ilmu itu harus diamalkan. Dan dalam beramal haruslah dengan keikhlasan. Ikhlas tidak mengharap pujian dan balasan dari selain Allah. Ikhlas semata-mata mencari pahala akhirat. Jika tidak maka kita akan rugi, sebab amal kita sia-sia.

Kepada mereka yang ikhlas, Gusti Allah berjanji dalam surat At-Thaalaq (65: 2-3), “Barang siapa yang ikhlas benar-benar kepada Allah swt, niscaya akan ditanggung segala urusannya dan diberi rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.”

Kecuali ikhlas dalam mengamalkan ilmunya, manusia juga harus mempunyai khouf, pera¬saan untuk senantiasa takut dan berhati-hati. Takut salah jalan, takut ujub dan riya. Takut melawan dan melanggar perintah Allah. Takut tidak bisa mengendalikan hawa nafsu. Rasa takut kepada Allah akan menjaga niat dan peri¬laku kita untuk selalu berada pada yang diridai Allah swt.

Al Iman Ahmad Abu Fadhal Askandary dalam kitab Al-Hikam menyatakan, “Ilmu yang terbaik ialah ilmu pengetahuan yang disertai rasa takut terhadap Allah swt. Ilmu pengetahuan yang seperti itu akan bermanfaat pada kita. Sebaliknya jika tidak maka ilmu pengetahuan itu akan menyu¬sahkan kita.” Naudzubillah.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s