Sambutan K.H. Ali Yafie pada acara peluncuran buku “Pengembaraan Batin Orang Jawa Di Lorong Kehidupan”

dsc_6575Berikut adalah transkrip sambutan K.H. Ali Yafie pada acara peluncuran buku “Pengembaraan Batin Orang Jawa Di Lorong Kehidupan” pada tanggal 6 Januari 2009 di Jakarta.

“Peluncuran buku ini menarik sekali. Buku ini diluncurkan dengan dikawal oleh 2 tahun baru, yaitu tahun baru Qomariah yang lazim kita sebut tahun baru Hijriah, serta tahun baru Miladiyah atau tahun baru Syamsiah atau tahun baru Natal. Karena Miladiyah itu artinya Natal. Jadi keistimewaan buku ini dikawal kehadirannya ke pangkuan para pembaca dengan 2 tahun baru, yang diharapkan dengan membaca buku ini akan membangkitkan 2 semangat baru.

Kemudian yang menarik dari judulnya yaitu Pengembaraan Batin Orang Jawa di Lorong Kehidupan. Ada 3 di sini yang perlu dijelaskan. Pengembaraan Batin, kemudian yang kedua Orang Jawa dan yang ketiga Lorong Kehidupan.

Yang pertama, saya mulai dengan Orang Jawa atau manusia Jawa. Kalau kita di Indonesia mengartikan orang Jawa itu terlalu sempit. Artinya orang yang lahir, dibesarkan di Jawa atau di pulau Jawa. Akan tetapi satu waktu kita ke Timur Tengah, lain sekali pengertian orang Jawa itu. Mereka bicara, sebutan Jawi artinya orang Jawa. Mereka mengartikan seluruh manusia yang hidup di wilayah sesudah India, sebelah timur India itu semuanya Jawi artinya Jawa semua itu. Jadi orang Philipina di sebut Jawi, orang Vietnam disebut Jawi, orang Thailand disebut Jawi, selain dari kita sendiri dari Indonesia, Jawi semua. Nah, baru istilah itu berubah sesudah Bung Karno melakukan perjalanan haji pertama kali.

Pada waktu Bung Karno melakukan perjalanan haji pertama kali, dengan gayanya, dengan kopiahnya, dengan segala macam kehebatan Bung Karno itu, baru orang-orang Arab di Mekah itu berubah kalau melihat bangsa Indonesia, dikatakan Soekarno – Soekarno. Jadi tidak lagi Jawi, disebutkan Soekarno, karena menariknya pribadi Bung Karno pada waktu itu. Nah, jadi itu sekadar sedikit basa-basi mengenai orang Jawi seperti itu.

Tapi ada yang lebih hebat dari itu, dari segi kajian ilmiah. Ada seorang yang disebut Syekh Nawawi al Jawi. Syekh Nawawi al Jawi, yang berasal dari Banten, kampungnya Tanara. Itu adalah seorang tokoh ulama dari Banten di abad ke-19. Jadi jauh sebelum kemerdekaan, itu memang orang pertama dari Indonesia yang menjadi guru besar di Masjidil Haram, jadi bisa dibayangkan itu kehebatan ilmunya, dan memang buku-bukunya, kira-kira beliau meninggalkan 200-an karangan, semuanya berbahasa Arab. Salah satu yang sangat enak dibaca itu tafsirnya. Tafsir Marah Zabit namanya. Enak dibaca itu tafsirnya. Jadi hampir semua dunia Arab di Timur-Tengah mengenal itu, kitab-kitab dari Syekh Nawawi al Jawi. Jadi itu dari sumbangannya dan kualitas ilmiahnya seperti itu cemerlangnya, sampai sekarang belum ada tokoh Indonesia yang bisa menggantikan kecemerlangannya seperti Syekh Nawawi al Jawi.

Lebih lanjut mengenai orang Jawa atau manusia Jawa ini, adalah sekelompok dari penduduk Indonesia yang jumlahnya sangat besar. Oleh sebab itu kita tidak heran kalau misalnya terutama sekali dalam perpolitikan Indonesia, peran orang Jawa itu cukup penting. Kita lihat saja misalnya, selama merdeka yang menjadi Presiden selalu orang Jawa mulai Soekarno sampai sekarang SBY, semuanya orang Jawa. Ada orang mengatakan ada satu yang bukan orang Jawa, Habibie, padahal tidak, ibunya Habibie itu orang Yogya, jadi Jawa kan? Jadi sampai sekarang sudah presiden keberapa sekarang ini, ke enam ya, sudah enam bergantian itu semuanya orang Jawa. Entah sampai barangkali seperti Amerika itu presiden ke 44, baru pindah dari orang kulit putih ke orang kulit hitam, barangkali juga begitu presiden ke 44 pindah dari Jawa ke orang bukan Jawa, tapi itu terlalu lama menunggu kan?

Jadi itu sekadar hal-hal yang menarik di dalam buku. Saya tidak akan banyak menyita waktu dalam hal berbicara. Saya ingin melompat kepada Pengembaraan Batin. Jadi buku ini mengajak kita mengembara di wilayah batin manusia, terutama di wilayah batin manusia Jawa. Jelas sekali yang namanya wilayah batin dalam kehidupan manusia itu jauh lebih lebih luas daripada wilayah lahir, fisiknya atau segala yang lahir, yang duniawi, itu terlalu sedikit dibanding dengan wilayah batin dari setiap manusia. Nah, wilayah batin dari orang Jawa atau manusia Jawa, itu sekarang ini yang kita kenal adalah seperti misalnya sosok dari penulis buku. Itu salah satu sosok yang cukup menarik. Dari bukunya itu hasil pengembaraan wilayah batin, oh cukup menarik. Karena bukunya itu tidak ditulis dalam satu bulan, atau satu tahun, bertahun-tahun itu bukunya, saya tahu. Diangsur sedikit ke sedikit.

Penulisnya itu sebenarnya lahir di dalam lingkungan tradisional Jawa. Jadi di sini yang saya garisbawahi tradisi, itulah yang saya maknakan dengan lorong kehidupan. Tradisi itu lorong kehidupan, kenapa? Karena tradisi itu sempit, seperti sempitnya lorong-lorong kehidupan. Jadi orang yang terikat di dalam suatu tradisi dalam kehidupannya itu masih berjalan di lorong kehidupan. Tapi kalau sudah keluar dari lorong kehidupan seperti misalnya penulis buku ini, sudah berada dan meluncur di jalan tol, bukan saja di jalan raya tapi di jalan tol. Oleh sebab itu tidak heran kalau kita mendengarkan beliau berbicara mengenai demokrasi, globalisasi dan lain sebagainya, yang semuanya itu adalah jalan tolnya politik, padahal tadinya orang dari lorong kehidupan yang hanya belajar dari tembang-tembang.

Jadi itu gambarannya mengenai lorong kehidupan dan wilayah batin. Jadi saya sekadar menggugah perhatian, tidak sengaja ingin mengemukakan sesuatu ceramah atau apa. Cuma sekadar ingin menampakkan betapa menariknya buku ini untuk dibaca. Sebab itu di dalam kata pengantar saya, dalam buku itu saya mengatakan, rugilah orang yang tidak menyempatkan diri untuk membaca buku ini.***”

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s