BATIN-OJ21Sebutan Pangeran atau Gusti, adalah kesadaran lahiriah yang menggambarkan keberhambaan yang amat sangat, karena dilandasi oleh kesadaran psiko kultural orang Jawa. Betapa tidak. Jika dengan Gusti Ratu atau Gusti Patih, jika dengan Pangeran Mangkubumi saja orang harus berjalan dengan berjongkok dan menyembah-nyembah, maka dengan Gusti Allah, Pangeran Yang Maha Kuasa, Maha Raja Di Raja, posisinya sudah barang tentu makin tidak berarti. Pada tataran inilah justru komunikasi batin antara sang hamba dengan Pangeran dapat terjalin. Dan jika komunikasi batin telah terjalin, maka diharapkan segala bacaan salat, doa dan zikir, segala tindak tanduk, pikiran, ucapan dan perilaku menjadi lebih mudah diproses sebagai ibadah, karena kesemuanya atau minimal sebagian telah diikuti oleh kehadiran hati.

(dikutip dari buku “Pengembaraan Batin Orang Jawa di Lorong Kehidupan” hal 27)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s