Cv Mutiara_InterntRujukan Surat dan Ayat Al-Quran

1.  Al-Faatihah

Bismillaahir rahmaanir rahiim.

Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nas­ta’iin. Ihdinashshiraathal mustaqiim. Shiraa­thal ladziina an’amta ‘alaihim, ghairil magh­dhuubi’a­laihim waladh-dhaalliin. Amiin.

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon per­tolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang telah Engkau anugerah­kan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

2.  Al-Ikhlash

Bismillaahir rahmaanir rahiim.

Qul hu­wallaahu ahad, Allaahushshamad. Lam yalid wa lam yuulad walam yakul lahuu kufuwan ahad.

Dengan asma Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.

3.  Al-Falaq

Bismillaahir rahmaanir rahiim.

Qul a’u­udzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab. Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqad. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, Aku ber­lindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh. Dari kejahatan makhluk­nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan tukang sihir yang meng­hembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang dengki apabila ia berbuat kedengkian.

4.  An-Naas

Bismillaahir rahmaanir rahiim.

Qul a’uudzu birabbin naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril was waasil khannaas. Alladzii yuwas­wisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wan naas.

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, Aku ber­lindung kepada Tuhan (yang me­melihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sesembahan manusia. Dari ke­jahatan (bisikan) setan yang biasa bersem­bunyi. Yang membisikan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.

5.  Ayat Kursi (Al Baqarah/2: 255)

Bismillaahir rahmaanir rahiim.

Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum, laa ta’khu­dzuhuu sinatuw wa laa naum, lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh, man dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih, ya’lamu maa bainaa aidiihim wa maa khal­fahum wa laa yuhiithuuna bisyai-im min’ilmihii illaa bimaa syaa’wasi’a kursiyyuhus samaa­waati wal arhda wa laa yauuduhuu hif-zhu­humaa wa huwal’aliy­yul ‘azhiim.

Dengan asma Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah, tidak ada Tuhan (yang ber­­hak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal. Lagi terus menerus mengurus (makhluk­nya), yang tidak mengan­tuk dan tidak tidur. Ke­punyaannya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat mem­beri syafa’at di sisi Allah tanpa izinnya. Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan yang dikehen­dakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara ke­duanya dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

6.   Al ‘Aadiyaat (100: 9)

Afalaa ya’lamu idzaa bu’tsira maa fil qubuur.

Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibongkar apa-apa yang di dalam kubur.

7.  Al Anbiyaa’ (21 : 28 & 105)

Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khal­fahum wa laa yasyfa’uuna illaa li ma­nirtadhaa wa hum min khasyyatihii musy­fiquum.

Dia (Tuhan) mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka dan apa-apa yang dibe­lakang mereka, dan mereka (malaikat) tidak dapat memberikan perto­longan, melainkan bagi siapa yang diridhai-Nya, sedang mereka gemetar karena tunduk kepada-Nya. (21:28)

Wa la qad katabnaa fiz zabuuri mim ba’didz dzik­ri annal ardha yaritsuhaa ‘ibaadiyash shaalihuun.

Dan sungguh Kami telah menetapkan di dalam Zabur sesudah peringatan (Taurat) bahwa sesungguhnya bumi akan diwarisi hamba-hamba-Ku yang saleh. (21 : 105)

8.  Al A’raaf (7 : 56 & 185)

Wa laa tufsiduu fil ardhi ba’da ishlaahihaa wad ‘uuhu khaufaw wa thama’an inna rahmat­tallaahi qariibun minal muhsiniin.

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi sesudah baiknya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesung­guhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. (7 :56)

A wa lam yanzhuruu fii malakuutis samaawaati wal ardhi wa maa khala­qallaahu min syai-iw wa an ‘asaa ay yakuuna qadiq taraba ajaluhum fa bi ayyi hadiitsim ba’dahuu yu’minuun.

Apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah dan kemungkinan telah de­katnya wak­tu (kebinasaan) mereka? Maka kepada berita mana­­­kah lagi mereka beriman sesudah Al Quran. (7:185)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s