BATIN-OJ21Demikianlah, untuk mengasah kalbu, anak-anak priyayi abangan Jawa, dilatih mengurangi makan dan tidur dengan terus eling, senantiasa ingat pada Gusti Allah Yang Maha Kuasa, Yang Tidak Pernah Tidur. Ingat akan keberadaan-Nya. Tentang Kemahatauan-Nya. Harus senantiasa ingat bahwa Gusti Allah senantiasa menyertai kita, bersama kita, memperhatikan semua tingkah laku, bahkan apa pun yang kita pikirkan. Sementara itu  para  santri  di pesantren-pesantren juga dilatih mengurangi makan dan tidur, dengan melakukan puasa sunah, salat tahajud dan salat-salat sunah lainnya serta memperbanyak zikir.

Sewaktu kecil, perintah untuk berlatih mengasah kalbu itu betul-betul dengan mengurangi makan dan tidur. Namun dengan seiringnya usia, pemahaman diberikan kepada kami mengenai makna yang lebih mendalam dari berlatih mengurangi makan dan tidur, yakni tidak semata-mata harfiah, tapi maknawiyahnya adalah mengendalikan hawa nafsu dan syahwat. Jangan memakan dan mengerjakan hal-hal yang haram serta yang bukan haknya. Sedangkan meskipun haknya dan halal, juga hendaknya sekedarnya saja, jangan berlebihan.

(dikutip dari buku “Pengembaraan Batin Orang Jawa di Lorong Kehidupan” hal 36)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s