Dakwah dengan media kesenian termasuk tembang atau nyanyian dipelopori oleh Wali Sembilan di Abad XV. Melalui aneka seni pertunjukan antara lain wayang, para wali mengajarkan kepada masyarakat Jawa yang memeluk Hindu – Budha, sebuah pemahaman baru mengenai Gusti Allah dan Kanjeng Nabi Muhammad. Mengajarkan mengenai derajat kedudukan manusia di mata Tuhan, yang tidak dibeda-bedakan oleh kasta dan pesona dunia, tetapi oleh sikap, perilaku, ketaatan dan ibadahnya kepada Tuhan.

Salah seorang wali yaitu Sunan Kalijaga (abad ke 15 & 16), dengan 45 bait tembang yang diberi nama Kidung Kawedar, mengajarkan kekuatan, hikmah dan fadilah ketauhidan, ayat Kursi, surat Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas. Para wali tidak langsung menyuruh orang untuk salat, tapi secara bertahap mendongeng, mengajarkan sejarah Islam, Kanjeng Nabi Muhammad, para sahabat dan keluarganya, baru kemudian syahadat, salat dan rukun iman serta rukun Islam lainnya.

(dikutip dari buku “Pengembaraan Batin Orang Jawa di Lorong Kehidupan” hal 72)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s