ANCAMAN TERHADAP KAUM YANG TIDAK MENGHUKUM PEMBESARNYA YANG SALAH

Beberapa tahun yang lalu seorang mantan pejabat tinggi negara yang diduga korupsi disidangkan di pengadilan dan kemudian dihukum. Yang sangat menarik yang muncul dalam persidangan tersebut adalah ternyata uang korupsinya banyak “disedekahkan” ke sejumlah elit nasional, dan hal itu bahkan telah diakui oleh beberapa tokoh diantaranya.

Namun yang lebih mengejutkan saya adalah justru pernyataan seorang tokoh nasional lainnya, yang kental warna keislamannya, yang menghimbau agar seorang tokoh nasional yang mengaku menerima dana tadi janganlah dihukum, mengingat ketokohannya. Naudzubillah.

Sekarang kita juga sedang heboh dengan Kasus Skandal Bank Century, yang diwarnai pro – kontra tentang keterlibatan sejumlah pejabat tinggi negara.

Indonesia adalah negeri dengan mayoritas penduduk beragama Islam, yang wajib taat kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw, yang wajib menaati dan mengikuti Al Quran serta hadis, yang wajib menegakkan kebenaran dan membasmi kemungkaran, yang membenci kemunafikan.

Oleh karena itu ijinkanlah saya mengutip secara lengkap sebuah hadis yang amat terkenal dan sering menjadi bahan pelajaran dan ceramah serta khotbah para ulama, para da’i, para ustadz, sehingga Allahuma amin dengan ridho Allah Swt, bisa menjadi kekuatan dan keberanian kita dalam beramar ma’ruf nahi munkar. Amin.

Hadis yang diriwayatkan oleh penyusun hadis termasyhur yaitu Muslim, adalah sebagai berikut:
“Bersumber dari Aisyah isteri Kanjeng Nabi Saw, sesungguhnya orang-orang Quraisy dibingungkan oleh masalah seorang wanita Makhzumiyah yang kedapatan mencuri, sekalipun ia mengingkarinya. Mereka memperbincangkan, siapakah yang berani menyampaikan masalah ini kepada Rasulullah.
Dengan serentak mereka mengusulkan, ‘Tidak ada yang berani melakukan itu kecuali Usamah, orang yang dikasihi Rasulullah.’ Maka dibawalah wanita tersebut menghadap Baginda Rasul.

Mendengar permintaan pengecualian hukuman atas wanita itu, wajah Rasulullah berubah memerah. Beliau bersabda, ‘Jadi kamu ingin memintakan syafa’at terhadap salah satu hukum Allah?’ Usamah bin Zaid menjawab, “Maafkan aku wahai Rasulullah’.

Satu sore Rasulullah berdiri dan berpidato. Setelah memanjatkan puja puji kepada Allah sebagaimana mestinya, beliau kemudian bersabda, ‘Syahdan. Sesungguhnya yang membuat binasa orang-orang sebelum kamu ialah, manakala di antara mereka ada orang mulia yang mencuri, mereka membiarkannya saja. Tetapi jika orang lemah yang mencuri, maka segera dihukum. Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggamanNya, sesungguhnya aku apabila mendapati kenyataan Fatimah puteri Muhammad mencuri, maka akan aku potong tangannya’.

Kemudian Rasulullah Saw tetap memerintahkan untuk memotong tangan wanita yang mencuri tersebut.
Yunus, ibnu Syihab, Urwah dan Aisyah berkata, ‘Setelah peristiwa itu wanita tadi lalu bertaubat dengan baik dan menikah. Satu hari dia datang menemuiku untuk minta tolong mengajukan hajat permintaannya kepada Rasulullah, dan aku penuhi permintaannya tersebut.’ “

Demikianlah saudaraku, nukilan hadis yang sudah seharusnya menjadi pegangan bagi semua umat Islam di manapun berada, tanpa kecuali umat Islam Indonesia, agar berani menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Janganlah kita menutup-nutupi kesalahan karena melibatkan diri kita, golongan kita atau pun pembesar negeri. Keadilan sebagaimana banyak dikisahkan, mutlak ditegakkan. Semoga kita memperoleh kekuatan dan keberanian dari Tuhan Yang Maha Adil lagi Maha Kuasa, untuk menegakkannya. Amin. (B.WIWOHO, 28/02.2010).

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s