Sungguh tepat apa yang ditulis oleh ulama sekaligus pujangga termasyhur Ronggowarsito dalam Serat Kalatida atau yang lebih dikenal sebagai Serat Zaman Edan (gila) yaitu:

Amenangi jaman edan

ewuh aya ing pambudi

melu edan nora tahan

yen tan melu anglakoni

boya keduman melik

kaliren wekasanipun

dilalah karsa Allah

begja-begjane kang lali

luwih begja kang eling lawan waspada

Terjemahannya adalah:

Mengalami zaman edan

betapa susah mengambil sikap

ikut edan tidak tahan

bila tidak ikut (edan)

tidak akan kebagian apa-apa

akhirnya kelaparan,

tapi atas kehendak Allah

seberuntung apa pun yang lupa

masih lebih beruntung yang ingat dan waspada

Dalam Jaman Edan seperti itu Ronggowarsito juga mengatakan:

Ratune ratu utama

patihe patih linuwih

pra nayaka tyas raharja

panekare becik-becik

parandene tan dadi

paliyasing kalabendu

malah sangkin andadra

rubeda kang angribedi

beda-beda hardane wong sanagara

Terjemahannya adalah:

Raja (pemimpin)nya Raja utama

Patih (orang kedua)nya Patih istimewa (linuwih)

Suasana hati para menterinya makmur sejahtera

para punggawanya pun baik-baik

mekipun demikian pemerintahannya

tidak berdaya menangkal bencana

bahkan semakin menjadi-jadi

malapetaka nan merintangi

karena angkara orang se negara berbeda-beda.

(dikutip dari buku “Pengembaraan Batin Orang Jawa di Lorong Kehidupan” hal 86)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s