Tentang zaman edan, saya jadi teringat adegan goro goro dalam cerita wayang, yang antara lain menggambarkan seorang ksatria yang sedang digoda oleh para raksasa. Babak tersebut biasanya diuraikan oleh Sang Dalang yang menggambarkan berbagai musibah dan bencana alam, langit bagaikan hendak runtuh, kilat menyambar-nyambar, guntur menggelegar bak membelah langit, bumi bergoncang terbelah dan longsor di mana-mana, air laut naik ke daratan bergulung-gulung, banjir bandang datang menerjang apa saja.  Mengapa semua ini terjadi? Mengapa jagad raya marah besar seperti itu? Karena kerakusan manusia terhadap pesona dunia telah merusak keseimbangan alam, merusak tatanan budi baik :

–  kali ilang kedunge

–  pasar ilang kumandange

–  wong wadon ilang wirange

–  wong jujur malah kojur

–  wong clutak tambah galak

Artinya sebagai berikut:

– sungai sudah tidak berlubuk lagi (karena kerusakan alam yang mengakibatkan pendangkalan)

– pasar sudah kehilangan gaungnya (karena perubahan pranata sosial ekonomi yang menyebabkan rakyat menjadi miskin dan susah hidup)

– kaum perempuan sudah tidak punya rasa malu (karena rusak moralnya)

–  orang jujur justru celaka

– orang serakah semakin menjadi-jadi (menggambarkan budi baik dikalahkan oleh kejahatan, ketidakadilan merajalela, tatanan hukum kacau balau)

(dikutip dari buku “Pengembaraan Batin Orang Jawa di Lorong Kehidupan” hal 88)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s