ANEKA CARA MEMBERSIHKAN HARTA

Banyak cara yang dijalankan orang untuk membersihkan harta benda, terutama yang haram dan tidak thoyib. Ustadz-ustadz seperti Abah Thoyib (Semengko, Mojokerto), Abah E. Buchori (Cipicung, Sumedang), Kyai Mufasir (Barubug, Serang) & Kyai Ali Yafie pada umumnya berpendapat, sedekahkan sepenuhnya untuk fakir miskin dan membangun infrastruktur untuk umum. Dan yang paling penting, stop sama sekali untuk mencari harta seperti itu.

Dua org teman saya yang pegawai negeri, yang satu “take home play” nya sekitar Rp 5 juta & yg satu lagi Rp 8jutaan sebulan, keduanya punya rumah serta beberapa mobil pribadi, punya cara tersendiri dalam menyikapi hartanya. Mereka sama-sama berpendapat yaitu menganut teori keseimbangan. Uang di luar gajinya yang jauh lebih besar itu dianggarkan sebagian untuk (1) menyumbang pembangunan masjid, pesantren dan organisasi-organisasi sosial kemasyarakat. (2) pergi haji dan umroh sesering mungkin.

Ketika saya tanya doa apa yang mereka senangi untuk dipanjatkan di depan Ka’bah? Entah bercanda entah serius, jawabannya “doa seperti doa sesudah shalat duha yaitu agar rezekinya yg haram dihalalkan”. Menurut mereka, dalam kehidupan itu kenyataannya memang ada haq dan bathil. Yang penting harus seimbang seperti timbangan sehingga enak, katanya. Naudzubillah

Rezeki haram, yaitu yang diperoleh secara tidak halal, menurut Abah Thoyib akan membuat darah kita panas. Perbuatan dan pikiran kita panas. Semua bergejolak mencari-cari persoalan. Sulit menerima nasihat dan sulit melihat kebenaran. Kalau toh secara tampak luar hidupnya kelihatan enak, itu hanyalah untuk sementara. Yakinlah.

Rezeki haram menurut Kanjeng Nabi Muhammad, jika masuk ke perut meskipun hanya sesuap atau seteguk, maka selama masih ada di tubuh kita, semua malaikat  akan melaknat kita dan kalau mati dalam keadaan begitu tempatnya adalah jahanam.

Rezeki seperti itu jika menyusup dalam prasarana dan sarana ibadah, bahkan diibadahkan semuanya pun maka ibadahnya juga tidak akan diterima Gusti Allah.

Padahal berapa lama makanan dan minuman akan berada di dalam tubuh manusia? Menurut ilmu kesehatan, ia akan membentuk sel jaringan yg mengalami peremajaan setiap 40 hari dan sel darah merah setiap 100 hari.

Sungguh merupakan hidayah Gusti Allah, orang-orang tua tempo dulu mengajarkan, agar taubat dan doa kita dikabulkan, maka berpuasalah secara keras dari rejeki-rejeki seperti itu, antara lain dengan hanya mengkonsumsi hasil kebun sendiri selama 40 sampai 100 hari. Subhanallah.

(Seri 5 HAL YG DAPAT DGN CEPAT MENGUBAH PERILAKU)

Beji –  13 Oktober 2010

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s