ORANG CENDERUNG MENGIKUTI LINGKUNGAN

Terhadap tulisan saya sebelumnya tentang Menilai Orang, banyak yang memberikan komentar secara terbuka atau pun mengirim pesan khusus, menanyakan jika seorang pemimpin atau ulama hanya mau bergaul dengan sesamanya saja, lantas bagaimana mereka bisa memahami dan melayani rakyat dan umat yang digembalakannya?

Itu pertanyaan yang kritis dan baik. Namun konteks permasalahannya berbeda. Bergaul yang dimaksud dalam ajaran ini adalah untuk mendidik perilaku anak muda atau orang kebanyakan. Sedangkan bergaulnya seorang pemimpin atau ulama dengan rakyat dan umat gembalaannya adalah dalam rangka melayani dan menyantuni. Lagi pula seorang pemimpin masyarakat dan negarawan serta ulama dan kyai, adalah orang-orang pilihan yang sudah matang kejiwaannya, yang tidak akan mudah terpengaruh dengan lingkungan. Mereka khususnya kyai di jaman dulu, demikian pula yang kita harapkan sekarang ini, adalah orang yang sudah tidak mudah terpengaruh dengan gelombang perubahan keadaan. Jiwanya sudah menep, sudah mantab.

Eloknya, mengantisipasi pertanyaan seperti tadi, Serat Wulangreh dalam bait-bait selanjutnya menyatakan: “ Yen wong anom pan wis tamtu, manut marang kang ngadhepi, yen kang ngadhepi akeh bangsat, datan wurung bisa juti, yen kang ngadep keh durjana, nora wurung bisa maling. Sanajan ta nora milu, pasti wruh solahing maling, kaya mangkono sabarang, panggawe ala puniki, sok weruha nuli bisa, yeku penuntuning eblis. Panggawe beciik puniki, gampang yen wus denlakoni, angel yen during kalakyan, aras-arasen nglakoni, tur iku denlakonana, mupangete badaneki.”

Demikianlah Nakmas sekalian, watak dan perilaku anak muda, bahkan orang kebanyakan, pada dasarnya labil. Mereka mudah terpengaruh dengan lingkungan pergaulan., tergantung siapa yang berada di sekitarnya. Jika bergaul dengan bangsat, ia akan menjadi jahat. Jika teman gaulnya durjana, ia akan menjadi pencuri. Dalam konteks jaman sekarang, jika berteman koruptor, ia tidak akan risih lagi melakukan korupsi dan mengkonsumsi hasil korupsi. Jika teman usahanya penyuap yang senang bagi-bagi komisi, maka ia akan menganggap riswah sebagai hal yang halal. Jika temannya ngeboat atau para pengedar dan pemakai narkoba, maka ia pun akan mudah menjadi korban narkoba. Sebaliknya jika teman kita seniman, kita pun bisa menjadi seniman atau setidak-tidaknya menjadi penggemar seni yang halus budinya. Jika teman bergaul kita para kyai yang sebenar-benarnya kyai, maka sedikit demi sedikit kita akan menyesuaikan perilaku kita dengan perilaku kyai tersebut. Tapi kalau kyainya, kyai-kyaian, kyai yang senang menjual ayat, yang lebih menonjol sebagai tontonan dibanding sebagai tuntunan, yang hanya mengutamakan penampilan formal yang kasat mata dibanding hakikat keagamaannya, maka kita pun akan mendapat pedoman hidup yang salah. Khusus tentang ini, insya Allah pada lain kesempatan akan saya sajikan, bagaimana Serat Wulangreh memberikan pedoman dalam memilih guru, termasuk kyai.

Akan halnya perbuatan baik, Wulangreh menyatakan, sesungguhnya tidak sulit jika sudah dikerjakan. Namun memang benar terasa sulit sebelum dicoba. Orang cenderung malas mengerjakan. Kita harus memaksa diri kita untuk mengerjakan hal-hal yang baik, karena itu semua bermanfaat bagi diri sendiri.
Ini sejalan dengan ajaran tokoh sufi Al Ghazali, yang menyatakan bahwa neraka dengan segala perbuatan buruk manusia itu, dikelilingi oleh berbagai kemudahan kenikmatan duniawi. Sebaliknya surga dengan segala perbuatan baik manusia, dikelilingi oleh berbagai kesulitan. Ajaran Al Ghazali ini nampak sangat sederhana, tapi luas dan dalam sekali maknanya.

Semoga kita dianugerahi Gusti Allah, pemilik segala ilmu, terbukanya pintu kearifan kita, sehingga kita mudah meneguk dan menenggak air hikmah dari telaga keilmuanNya, termasuk menghayati ajaran-ajaran Wulangreh dan Al Ghazali tersebut. Amin.

Bonang, 25 Juli 2010.

(Sumbangan tulisan dari Ki Agung Watugunung untuk  Seri : 5 Hal Yang Dapat Dengan Cepat Mengubah Perilaku

3 Comments

Filed under Uncategorized

3 responses to “ORANG CENDERUNG MENGIKUTI LINGKUNGAN

  1. hidup di dunia memang perlu hati-hati

  2. islamjawa

    Betul, untuk itu kita perlu saling mengingatkan dan saling mencerahkan. Terima kasih. wswrwb.

  3. islamjawa

    Subhanallah. Salam bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s