Nasihat Luqman, Si Ahli Hikmah

Al-Qur’an mengisahkan dua anak manusia yang memperoleh hikmah luar biasa dari Gusti Allah Pangeran Yang Maha Agung. Mereka adalah Khidir dan Luqman.

Melalui Khidir, para pengikut paham tarekat menyebut nabi, Allah menyadarkan Nabi Musa yang mengaku paling hebat, bahwa ada seorang hamba Allah yang ilmunya lebih tinggi diban­dingkan Musa, yaitu Khidir tadi.

Sementara itu Luqman adalah hamba Allah yang memperoleh hikmah karena perbuatannya sesuai dengan pengetahuannya, sehingga ia terlepas dari bahaya kesesatan.

Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka men­ceritakan sebuah riwayat tentang Luqman. Semula Luqman adalah khadam di rumah seorang kaya. Pada suatu hari orang kaya itu menyuruhnya menyembelih seekor kambing buat dimakan, dan diperintahkannya mengambilkan dua bagian daging yang paling besar khasiatnya jika dimakan. Lalu oleh Luqman dipotongkan lidah dan hati, dimasaknya dan dihidangkannya.

Keesokan hari induk semang itu menyuruh memotong lagi seekor kambing dan kembali meminta dua potong daging yang paling men­jijikan. Perintah itu dilaksanakan, dan lagi-lagi Luqman memotong, memasak dan menghidang­kan lidah dan hati.

Melihat hal itu bertanyalah sang majikan: “Ba­gai­mana engkau Luqman! Kemarin saya minta daging yang paling besar khasiatnya, lalu engkau bawakan daku lidah dan hati. Sekarang saya minta daging yang paling menjijikkan, engkau bawakan lidah dan hati juga, apa maksudmu?”

Dengan senyum Luqman menjawab, me­mang lidah dan hati itulah bahagian dari daging dalam tubuh manusia yang paling besar kha­siatnya, apabila orang pandai menjaganya. Dan keduanya pula yang akan mencelakakan manusia bila dia tidak dapat mengendalikannya. Hati dapat menimbulkan niat yang ikhlas dan dapat juga culas. Lidah dapat menuturkan kata-kata yang penuh budi bahasa yang menye­nangkan sesama manusia, tapi dengan sebab lidah perang pun bisa terjadi.

Dalam buku Menjemput Maut, Prof Dr. M. Quraish Shihab menulis penuturan Ibnu Umar tentang sabda Kanjeng Nabi : “Aku berkata benar, sesungguhnya Luqman bukanlah seorang Nabi, tetapi dia adalah seorang hamba Allah yang banyak menampung kebajikan, banyak me­renung, dan keyakinannya lurus. Dia mencintai Allah, maka Allah mencintainya dan menga­nugerahkan kepadanya hikmah”.

Dari kitab hadis Musnad Al Firdaus, Prof. Quraish Shihab menceritakan lebih lanjut, suatu ketika Luqman terlena di siang hari, tiba-tiba dia mendengar suara memanggilnya seraya berkata: “Hai Luqman, maukah engkau dijadikan Allah khalifah yang memerintah di bumi dengan hak?” Luqman menjawab: “Kalau Tuhanku memberi­kan pilihan, maka aku akan memilih afiat (perlindungan) tidak memilih ujian. Tetapi bila itu ketetapan-Nya, maka akan kuperkenankan dan kupatuhi, karena aku tahu bahwa bila itu ditetapkan Allah bagiku, pastilah Dia memban­tuku dan melindungiku”.

Para malaikat yang tidak terlihat oleh Luqman bertanya: “Mengapa demikian?” Luq­man menjawab: “Karena pemerintah/penguasa adalah kedudukan yang paling sulit dan paling keruh. Kezaliman menyelubunginya dari segala penjuru. Bila sang penguasa berlaku adil maka wajar ia selamat, dan bila ia keliru, keliru pula ia menelu­suri jalan ke surga. Seorang yang hidup hina di dunia, lebih aman dari pada ia hidup mulia (dalam pandangan manusia). Dan siapa memilih dunia dengan mengabaikan akhirat, maka dia pasti dirayu oleh dunia dan dijerumuskan olehnya dan ketika itu ia tidak akan memperoleh sesuatu di akhirat”.

Para malaikat sangat kagum dengan ucapan­nya. Dan ketika ia terbangun, jiwanya telah dipenuhi hikmah, dan sejak itu seluruh ucapan­nya adalah hikmah.

Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka me­nulis, pernah Luqman berwasiat kepada anaknya: “Wahai anakku! Butir kata yang berisi hikmah dapat menjadikan orang miskin dimuliakan seperti raja”.

Dan wasiatnya lagi: “Hai anakku! Jika ma­suk ke suatu majelis, panahkanlah panah Islam, yaitu salam, kemudian duduklah agak ke tepi dan jangan bercakap sebelum orang ber­cakap. Kalau yang mereka percakapkan itu adalah soal ingat akan Allah, duduklah dalam majelis itu agak lama. Tetapi kalau pembicaraan hanya urusan-urusan dunia saja, tak perlu engkau campur bi­cara, dan dengan cara teratur tinggalkanlah majelis itu dan pergilah ke tempat lain”.

Begitu tinggi hikmah Luqman, maka Allah Yang Maha Tahu menjadikan nama Luqman sebuah surat tersendiri di dalam Al-Qur’an, yang berisi 34 ayat. Dari 34 ayat tersebut, tujuh ayat diantaranya, yaitu ayat 13 sampai 19 merupakan nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya. Sedangkan ayat 12 berisi ketetapan Allah untuk memberikan hikmah kepada Luqman yang pandai bersyukur.

Adapun nasihat Luqman kepada anaknya, yang bercampur atau diselingi dengan perintah Allah di ayat 14 dan 15, meliputi:

1. Jangan menyekutukan Allah

2. Berbakti dan berbuatlah baik kepada kedua orang tua, ibu dan bapak

3. Pandailah bersyukur kepada Allah

4. Ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah

5. Yakinlah akan balasan dan pahala Allah atas kebaikan kita, meskipun kebaikan itu hanya seberat biji sawi

6. Dirikanlah shalat

7. Tegakkan amar ma’ruf nahi munkar, tegak­kan kebenaran dan cegah kemungkaran.

8. Berlakulah sabar atas apa-apa yang me­nimpa kita

9. Jangan menghina orang lain dan jangan sombong

10. Hiduplah sederhana, moderat atau sedang-sedang saja

Demikianlah wahai saudara dan anak-anakku, Surat Luqman termasuk nasihat Luqman kepada anak-anaknya, merupakan intisari bekal dan pegangan hidup manusia, selaku wakil dan utusan Allah di muka bumi yang harus senantiasa beriman dan beramal saleh. Siapa yang berpegang pada tali Allah dan berbekal mutiara ketaatan kepada-Nya, niscaya Allah selalu membimbing dan mengasihinya. Karena itu, marilah kita hadiahkan, kita ajarkan berulang-ulang tanpa mengenal bosan. Allahumma amin.

(DARI MUTIARA KEHIDUPAN UNTUK ANAK, Foto ilustrasi, diambil dari Google images. )

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s