ORANG JAWA BERLATIH MENGASAH KALBU

Padha gulangen ing kalbu

ing sasmita amrih lantip

aja pijer mangan nendra

ing kaprawiran den kesti

pesunen sariranira

sudanen dhahar lan guling

Berlatihlah mengasah kalbu

agar kita menjadi waskita

jangan banyak makan dan tidur

keperwiraan harus menjadi cita-cita

dengan mengurangi makan dan tidur

(Serat Wulangreh atau kitab Pelajaran Tentang Perilaku: II.1 karya Sunan Pakubuwono IV : 1768-1820).

Orang-orang tua tempo dulu, mendidik anak dengan mendendangkan tembang-tembang seperti di atas, setelah itu memberikan contoh atau keteladanan dengan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Demikianlah, untuk mengasah kalbu, anak-anak priyayi abangan Jawa, dilatih mengurangi makan dan tidur dengan terus eling, senantiasa ingat pada Gusti Allah Yang Maha Kuasa, Yang Tidak Pernah Tidur. Ingat akan keberadaan-Nya. Tentang Kemahatauan-Nya. Harus selalu ingat bahwa Gusti Allah senantiasa menyertai kita, bersama kita, memperhatikan semua tingkah laku, bahkan apa pun yang kita pikirkan. Sementara itu  para  santri  di pesantren-pesantren juga dilatih mengurangi makan dan tidur, dengan melakukan puasa sunah, salat tahajud dan salat-salat sunah lainnya serta memperbanyak zikir.

Sewaktu kecil, perintah untuk berlatih mengasah kalbu itu betul-betul dengan mengurangi makan dan tidur. Namun dengan seiringnya usia, pemahaman diberikan kepada kami mengenai makna yang lebih mendalam dari berlatih mengurangi makan dan tidur, yakni tidak semata-mata harfiah, tapi maknawiyahnya adalah mengendalikan hawa nafsu dan syahwat. Jangan memakan dan mengerjakan hal-hal yang haram serta yang bukan haknya. Sedangkan meskipun haknya dan halal, juga hendaknya sekedarnya saja, jangan berlebihan.

Begitu pula jangan asal bergadang. Apalah artinya mengurangi tidur, mata melotot tapi pikiran mengembara tak menentu, lebih-lebih melamunkan dan mengerjakan hal-hal buruk. Yang justru penting adalah kalbu kita harus senantiasa bangun, berjaga dan waspada. Kalbu tidak boleh tidur dan membiarkan badan jasmani dengan pikiran dan perbuatannya melakukan hal-hal buruk apalagi kemungkaran. Kita harus selalu berjuang untuk melaksanakan perintah-perintah Gusti Allah dan menjauhi larangan-larangannya secara taat azas. Masalahnya adalah, mudah untuk mengucapkan tetapi sulit menjalankannya. Melaksanakan perintah Gusti Allah, seperti salat dan puasa  misalkan, banyak orang bahkan anak kecil pun dapat mengerjakan. Tapi mencegah kemungkaran, belum banyak yang berani dan dapat melaksanakan. Baru mencegah dan melarang anak kandung sendiri berbuat salah saja, banyak orangtua yang tidak berani. Apalagi melarang orang lain. Meskipun demikian, kita harus tetap berjuang melakukannya.

Maka seperti lagu pengajian ibu-ibu:

Aja turu, turu lali

Badan gumuling ati eling

Ruh madhep manteb maring Allah.

 

Maknanya, janganlah tidur sampai lupa segalanya, meskipun badan jasmani tergolek tidur, tapi hati atau kalbu harus tetap dalam keadaan terjaga dan mengingat Allah. Iman tetap kokoh dengan ruh menghadap Allah.

Mengapa kalbu harus tetap terjaga? Karena kalbulah yang mampu membebaskan kita dari berbagai prasangka subyektif. Di dalam kalbu bertahta mata air kehidupan, dan bersemayam cahaya kebenaran, yang dapat menuntun kita mengenali serta memahami diri kita sendiri, selanjutnya mengenali dan memahami hakikat Sang Maha Pencipta.

Itu semua mengajarkan untuk menjadi orang yang waskita, untuk memperoleh hidayah menuju pintu kearifan, kita harus senantiasa memiliki kontak dengan Allah Swt., dengan selalu mengingatnya. Allahumma Amiin.

(Berikutnya Insya Allah : NAFSU, PANGKAL KEMAKSIATAN DAN KELALAIAN. Foto dari Google Images:: Sunan Pakubuwono IV

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s