SIMBOL TAREKAT DALAM ARSITEKTUR MASJID JAWA

Dalam membangun mesjid, para ulama mengembangkan pola arsitektur Jawa yaitu atap limasan tiga tingkat dan di atasnya dipasang mahkota utama atau mustaka. Limasan tiga tingkat dimaksudkan sebagai syariat, tarekat dan hakikat. Sedangkan mustaka adalah  ma’rifat. Keempatnya harus menjadi satu dan tidak boleh dipisah-pisah.

Yang juga unik, mesjid ini diberi pagar dan di tengah-tengahnya dibangun pintu gerbang yang disebut gapura. Berasal dari kata ghafur , yang memberi ampun sekaligus juga bermakna pertobatan, permohonan ampun.

Di bangunan tambahan di samping mesjid, para wali meletakkan gamelan yang bernada khas pula, dibunyikan beberapa hari menjelang peringatan kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad. Masyarakat yang tertarik mendengar bunyi gamelan tersebut diwajibkan masuk melalui gapura. Di sini masyarakat mulai dibimbing.

Bimbingan berikutnya adalah harus melalui kolam untuk berwudu, baru sesudah itu diajak melihat dari dekat gamelan yang bunyinya unik tapi enak didengar. Mereka diperkenalkan dengan dua kalimat syahadat. Selanjutnya diajak masuk ke dalam mesjid sambil mencicipi beberapa hidangan antara lain telur asin yang dalam bahasa Jawa disebut kamal. Dimaksudkan agar apa yang sudah didengar dan diketahui segera diamalkan.

Di dalam mesjid, bahkan di mihrab ditunjukkan gambar bulus. Islam masuk secara halus. Tiada paksaan dalam memeluk Islam. Pulangnya mereka diberi oleh-oleh berupa cambuk yang bermakna mereka harus bergegas mencambuk diri, lari menyongsong seruan suci.

Seluruh prosesi itu sekarang dikenal sebagai acara Sekatenan, dari asal kata “Syahadaten” pengucapan dua kalimat Syahadat, yang setiap tahun diselenggarakan di Keraton Yogyakarta dan Surakarta, sementara di Keraton Cirebon diberi nama “Panjang Jimat”.

Dengan interpretasi dan transformasi ruh Islam ke dalam bahasa dan budaya Jawa yang halus, lembut, dan penuh nuansa, maka ajaran Islam mampu berbicara pada hati orang-orang Jawa, dan dengan segera merebut hati mereka. Subhanallah.

( Foto : Masjid Demak tempo dulu,  dari Google Images)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s