Khalifah Abubakar Shiddieq tentang: TINGKATAN AHLI IBADAH

Sewaktu remaja saya pernah bercanda dengan Bude saya (kakak perempuan ibu) tentang seorang saudara yang rajin salat tapi ”nakal”. Bude bilang, salatnya rajin kok masih nakal juga. Saya jawab, sudah rajin salat saja masih nakal. Apalagi jika tidak salat sama sekali. Pasti rusak kehidupannya.

Demikianlah canda dalam keluarga kami yang Islam Jawa Abangan. Di kemudian hari, kami mengetahui di kalangan ahli ibadah pun ada tingkatan atau golongan orang-orang yang beribadah menempuh jalan Allah Swt.

Mengutip pendapat Khalifah Abubakar Shiddieq, Imam Nawawi dalam “Nashoihul ‘Ibad” menyebutkan golongan pertama yaitu yang beribadah karena takut kepada-Nya. Golongan kedua, beribadah karena mengharap anugerah-Nya. Golongan ketiga, beribadah karena cinta kepada-Nya.

Golongan pertama ditandai tiga hal yaitu melihat dirinya hina, merasakan kebajikannya sedikit dan merasa kejelekan dirinya banyak. Golongan kedua pun ditandai dengan tiga hal yakni ia mengikuti semua hal ihwal manusia; ia dermawan kepada orang lain serta zuhud terhadap dunia; dan berbaik sangka kepada Allah dalam menghadapi semua makhluk. Sedangkan golongan ketiga juga ditandai dengan tiga hal yaitu ia memberikan sesuatu yang disenangi dan tidak juga mengerti diri (walaupun) Tuhannya telah memberikan ridho-Nya; ia sanggup berbuat sesuatu yang tidak disukai dirinya sendiri dan tidak juga berhenti (walaupun) setelah Tuhan memberikan ridho-Nya; dan hal yang ketiga, dalam segala hal ihwal hidupnya selalu bersesuaian dengan Tuhannya baik mengenai perintah maupun apa yang dilarangnya.

Sementara itu sebagian ulama yang lain menyatakan ada tiga tingkatan ahli ibadah yaitu:

1. Tingkatan Al-Ibaad, yakni orang-orang yang mengerjakan syariat agama dengan tujuan memperoleh imbalan pahala dari Gusti Allah. Misalkan salat, berpuasa dan amalan-amalan yang lain karena mengharapkan sesuatu pahala dunia, atau agar bisa masuk surga. Jadi bagaikan orang jual-beli.

2. Tingkatan Al-Muridin, yaitu orang-orang yang taat beribadah agar bisa dekat dengan Gusti Allah, agar segala kotoran dan tabir yang menghalangi hatinya terhadap Gusti Allah tersingkirkan.

3. Tingkatan Al-Aarifin, yakni hamba-hamba Allah yang bulat hati, tekun beribadah dan banyak beramal saleh semata-mata karena Allah. Tidak sedikit pun mengharap balasan, tidak mengharap pahala dan rahmat-Nya, karena ia sudah amat menikmati apa pun yang ditentukan oleh Allah untuknya.Pahala dan rahmat Allah itu, pada hemat orang-orang arifin merupakan hak mutlak Allah. Mereka sudah cukup puas bila dapat menunaikan sesuatu yang terbaik bagi Allah.

Dari ketiga tingkatan dan golongan tersebut, tingkat ataupun golongan ketigalah yang paling mulia. Agar sampai ke tingkat ini maka kita harus berani memerangi hawa nafsu. Kita harus senantiasa mengingat Allah dalam setiap tarikan nafas, dalam setiap gerak-gerik, dalam setiap lintasan pikiran kita. Dalam setiap mengerjakan sesuatu. Dalam setiap menghadapi sesuatu. Dalam setiap melihat sesuatu.

Sahabatku, tentu semua itu tidak akan sampai dengan sendirinya. Kita perlu melatihnya. Perlu berjalan langkah demi langkah.Tetapi bagaimana jika kita ternyata masih saja berjalan di tempat, masuk dalam tingkat Al-Ibaad atau pun golongan pertama? Tetaplah bersyukur, sudah senantiasa memperoleh hidayah dari Gusti Allah untuk dapat mengerjakan ibadah. Dan teruslah berusaha meningkatkan diri tanpa harus sibuk berfikir tentang maqam, tentang kedudukan atau golongan kita. Karena penilai sesungguhnya adalah Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pengasih.

.

( Foto :   Suasana jual beli di pasar dari Google Images)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s