JANGAN SUKA MENGUMBAR KETAKUTAN DIRI SENDIRI

Seorang kenalan, pejabat tinggi, memiliki ciri fisik atau katuranggan, yang menurut kepercayaan Jawa bisa menyebabkan terjadinya peristiwa tragis pada dirinya. Kawan ini begitu percaya dengan kepercayaan tsb, sehingga ia melakukan operasi guna menghilangkan tanda fisik tersebut. Lebih dari itu ia juga sering menyatakan ada orang-orang yang ingin mencelakainya. Naudzubillah.

Sesungguhnyalah, kita tidak boleh kuatir dan kemudian terpengaruh hal-hal seperti itu, apalagi mengungkapkannya kepada orang lain, berkali-kali lagi. Karena ini sama dengan berprasangka buruk terhadap diri sendiri dan sekaligus juga kepada Gusti Allah. Padahal dalam sebuah hadis Qudsi Gusti Allah berfirman, “Aku senantiasa menuruti keyakinan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu menyertainya bila ia mengingat-Ku” (HR.Bukhari, Muslim dan Ahmad). Lalu, mengapa kita selalu yakin Gusti Allah akan menimpakan malapetaka kepada kita? Lagi pula, kalau toh akan ada malapetaka ataupun bencana, sebelum itu terjadi masih bisa dicegah dan diubah dengan melakukan berbagai amal soleh khususnya sedekah.

Tentang fadilah, hkmah dan manfaat sedekah sebagai benteng mencegah bencana, telah banyak dikisahkan serta bisa dibaca dengan mencari di internet. Berikut ini sebuah contoh sebagian tulisan di internet oleh saudara Yusuf Faisal:
“Kalau tidak mengandung samudera hikmah dan lautan pahala, tentu Rasulullah SAW tidak akan menganjurkan untuk selalu bersedekah kepada para sahabat, bahkan termasuk kepada sahabat yang paling miskin, seperti Abu Dzar Al Ghifari, Bilal dan Abu Dhamdham. Saking “penasaran“, Abu Dzar pernah bertanya “Wahai Nabi Allah. Engkau selalu memerintahkan kepada kami untuk bersedekah, apa hakekat sedekah itu ?“ Rasulullah SAW menjawab dengan satu kalimat yang diulanginya tiga kali berturut-turut “Sedekah itu sesuatu yang ajaib!“.

Rasulullah SAW bersabda “Jika aku perintahkan kalian akan sesuatu, maka lakukanlah sebagian dari sesuatu itu semampu kalian. Akan tetapi, jika aku melarang kalian dari sesuatu, maka tinggalkanlah sesuatu itu seluruhnya (secara total). Dalam hadis qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, kosongkanlah gudangmu untuk memenuhi apa yang ada di sisi-Ku. Engkau akan selamat dari kebakaran, kebanjiran, pencurian dan kejahatan. Itu semua lebih engkau butuhkan“ (HR.Thabrani dan Baihaqi).

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sedekah dapat menolak tujuh puluh pintu bencana “. Karena itu Nabi SAW menganjurkan agar bersedekah setiap hari, pada awal pagi dengan apa saja. Karena bencana atau bala tidak akan menembus benteng sedekah seorang mukmin. Ujar Ibnu Al Qayyim, “Allah menolak beragam bencana dengan sedekah. Ketentuan ini telah populer, baik bagi para ulama maupun orang awam. Oleh karena itu, banyak penduduk bumi yang mengandalkan sedekah, karena mereka telah mencobanya.” Ibnu Abi Alja’ad menandaskan, “Sesungguhnya sedekah menolak tujuh puluh pintu keburukan“. Dalam bagian lain Ibnu Al Qayyim bertutur, “Sedekah memiliki dampak yang luar biasa untuk menolak berbagai macam bala meskipun sedekah itu dikeluarkan oleh orang yang fasik, zalim atau kafir. Dengan mengeluarkan sedekah, Allah akan menolak berbagai macam bala yang akan menimpa orang itu.”

Dikisahkan, suatu hari malaikat maut menemui nabi Ibrahim AS dan bertanya “Siapa anak muda yang tadi bertamu ke rumahmu?“. ”Ia sahabat sekaligus muridku,“ jawab Nabi Ibrahim. ”Apa maksud kedatangannya menemuimu!“. “Dia mengutarakan niatnya akan menikah esok pagi,“ kilah Ibrahim. ”Sayang sekali ya, usia anak muda itu tidak akan sampai esok pagi,“ ujar malaikat maut. Setelah itu ia segera meninggalkan nabi Ibrahim. Ternyata esok harinya Nabiyallah Ibrahim masih melihat dan menyaksikan walimah pernikahan anak muda itu. Bahkan usia anak muda itu sampai 70 tahun. Ketika perihal tersebut ditanyakan Ibrahim kepada malaikat maut, ia menjawab : “Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup“.

Dua orang akhwat dari salah satu Ponpes di Bandung mengaku baru kembali dari kampung halamannya di Jawa Tengah. Keduanya bercerita, tentang kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan bus antarkota, beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan, bus yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Bahkan para penumpang yang duduk didekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua akhwat itulah yang selamat dengan tidak terluka sedikitpun. Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya waktu itu, yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafazdkan zikir. Dalam kaitan ini, terbukti lagi kebenaran sabda Rasulullah SAW “Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bencana atau bala tidak pernah mendahului sedekah“. “Belilah semua kesulitanmu dengan Sedekah“. “Obatilah penyakitmu dengan sedekah“. “Sedekah itu sesuatu yang ajaib“. “Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana“.”

Demikianlah cara yang diajarkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad untuk menolak bencana, dan bukan justru dengan mengumbar kekuatiran, yang berarti samadengan berprasangka buruk terhadap Gusti Allah. Marilah kita saling mengingatkan untuk menghayati hakikat dari ajaran ini. Alhamdulillah.

Beji, 19/03.2012.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s