KESAKSIAN & SUMPAH PALSU DALAM AL QUR’AN

Belakangan ini kita sering menyaksikan drama peliputan media massa tentang kebohongan, kesaksian palsu & bersumpah. Bhkn seorang politisi non-muslim menantang politisi muslim yangg ustadz bergelar Prof. Dr. untuk berani bersumpah atas nama agama masing2, guna membuktikan siapa yang bohong & siapa yang jujur. Masya Allah. Padahal dulu yang menantang seperti itu Junjungan Kanjeng Nabi Muhammad kepada orang-orang non muslim.

Kejujuran dan sumpah merupakn ajaran penting yangg bernilai utama, sehingga banyak disinggung dlm Al Qur’an. Kesaksian palsu misalkan, disinggung dalam Surat Al Furqaan: 72, sbg hal yang harus dihindari oleh hamba-hamba Allah Yg Maha Pengasih. Sedangkan tentang bersumpah bahkan ditegaskan dlm Surat Ali Imran: 61 yg mengkisahkan bagaimana Rasulullah menantang bersumpah + berdoa sungguh-sungguh agar siapa yangg berbohong beserta keluarganya utk segera dilaknat Allah (mubahalah).

Di Jawa, mubahalah ini dikemas sedemikian rupa menjadi amat sangat seram & disebut Sumpah Pocong, karena yang bersumpah harus dalam keadaan dikafani (dipocong) layaknya orang meninggal.

Mubahalah nampaknya perlu direnungkan untuk diterapkan di zaman sekarang, tatkala sumpah jabatan, sumpah di pengadilan dll sudah tidak memiliki wibawa sama sekali. Maasyaa-Allaahu la quwwata illaa billaah.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s