Seri Memaknai Kehidupan (51): MENIKMATI KEHIDUPAN TANPA MEMIKIRKANNYA

Anak-anakku, permata hati ayah bunda,

Pangeran Yang Maha Welas Asih berfirman dalam surat Al Anbiyaa’ (21:107), “Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam”.

Di bagian lain dalam surat Ad-Dukhan ayat 2,3 dan 6 diterangkan bahwa Al Qur’an diturun­kan sebagai rahmat dari Tuhan.

Kedua surat di atas menyatakan bahwa baik Rasulullah saw. maupun risalah yang dibawanya yaitu Al Qur’an, diutus dan diturunkan Allah swt sebagai rahmat bagi alam semesta.

Ajaran untuk menebarkan rahmat bagi alam semesta dengan segenap isinya, bukan hanya bagi diri kita sendiri, menjadi mutiara dari ajaran Islam. Dengan ajaran itu manusia khususnya umat Islam, menurut Pak Ali Yafie, harus memposi­sikan dirinya di tengah-tengah alam sebagai makhluk terhormat dan bermanfaat yang mengelola alam dengan baik. Tuhan menciptakan alam raya dengan pola rahmatullah, “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu” (Surat Al A’raaf : 156).

Ayat itu menjelaskan bahwa semua makhluk memperoleh kasih sayang Allah, dan perwu­judannya yang lebih nyata disampaikan oleh ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah. Sifat kasih sayang tersebut sangat mendasar dan menjadi kewajiban manusia yang beriman untuk mengembangkan serta membina sifat itu terus-menerus dalam dirinya.

Manusia dalam melakukan aktivitas kehi­dupannya sehari-hari, tak bisa dipisahkan dari bagian alam lainnya, misalkan pepohonan, binatang, dan gunung. Akan tetapi, kata Pak Kyai, sebagian manusia ada yang berpikir mengenai kehidupan itu, sedangkan sebagian besar yang lain hanya ingin menikmati ke­hidupan tanpa merasa perlu memikirkannya. Tanpa mau peduli dengan kehidupan makhluk-makhluk lain. Alam semesta itu berubah, dan yang berubah menurut kaidah fikih adalah makhluk.

Oleh karena itu wahai saudaraku, marilah kita senantiasa berusaha dan berjuang untuk mengembangkan hubungan kasih sayang dengan sesama makhluk Allah yang lain seperti sesama manusia, dengan tumbuh-tumbuhan, dengan binatang, langit, bumi, lautan dan se­bagainya.

Subhanallah.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s