SUDAHKAH KITA MEMAHAMI HAKEKAT KORBAN?

Saya yakin, banyak di antara kita yang sudah bisa atau mampu menyediakan hewan korban di Hari Raya Idul Adha. Namun seberapa banyak yang telah memahami serta menghayati hakekatnya? Wa-Allahualam. Semoga saja jauh lebih banyak yang memahami dan menghayati dibanding yang belum.

Sejalan dengan itu, ijinkanlah saya mengutip kembali peringatan Allah Swt tentang korban sebagaimana Surat Al-Hajj ayat 37, ” Tidaklah darah dan daging hewan korban itu sampai kepada Allah, tetapi ketaqwaanmu yang sampai kepadaNYA”.

Secara hakekat, penyembelihan hewan korban adalah simbol dari pengorbanan Nabi Ibrahim, yaitu mengorbankan putera kesayangannya Ismail, demi ketaatan dan ketaqwaannya kepada Allah Yang Maha Kuasa. Karena itu, apakah sudah cukup menjadi ukuran taat dan taqwa jikalau kita sudah mampu mempersembahkan hewan korban? Sementara itu di lain pihak kita terus saja melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah. Melakukan syirik chafi, yakni ketakutan kita pada kesusahan kehidupan dunia, mengalahkan ketakutan kita kepada Allah, mengorbankan ketaatan kita kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw.Sudah berani dan sudah sanggupkan kita mengorbankan apa-apa yang kita sukai, berani mengorbankan pesona dunia, mengorbankan jabatan-kekuasaan-harta benda demi menegakkan amar makruf nahi mungkar? Menegakkan kebenaran membasmi kemungkaran? Melawan yang batil dan menegakkan yang haq? Kalau sekedar menjalankan yang baik-baik seperti sholat dan puasa, anak kecil pun bisa. Tetapi membasmi korupsi mulai dari diri sendiri dan keluarga kita, minimal tidak mengkonsumsi hasil korupsi misalkan? Demikian pula, sudah bisakah kita berkorban untuk menghindari gibah? Sudah sejauh mana kita berani berkorban menegakkan perintah Allah untuk membasmi kebatilan di sekitar kita, meluruskan kesalahan-kesalahan orang dekat kita dengan sabar.

Marilah saudaraku, kita tanamkan pada diri kita, keberanian untuk berkorban menghadapi dan menghancurkan musuh-musuh utama kita dewasa ini, yaitu berhala -berhala modern berupa pesona dunia yang mengalahkan ketaatan dan ketaqwaan kita kepada Gusti Allah. Allahuma amin.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s