Seri Memaknai Kehidupan (57): MENGOBATI DENGAN SENYUM DAN KATA-KATA

Di negeri Barat, kini juga berkembang terapi pengobatan dengan sugesti kata-kata. Orang yang sakit diajak duduk bersila, santai seperti bermeditasi atau berzikir, mengembangkan sikap batin untuk berserah diri kepada Yang Maha Kuasa selama kurang lebih seratus hitungan kemudian diulang sampai puas. Bersamaan dengan itu digumamkan doa atau sebutan ter­hadap Yang Maha Kuasa, juga secara berulang-ulang dengan ritme yang teratur. Selanjutnya si sakit dianjurkan untuk mengajak bicara bagian tubuhnya yang sakit, dengan menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang menguatirkan dengan bagian tubuhnya itu. Semuanya sehat, dan karena itu berfungsilah secara normal sebagai­mana bagian tubuh yang sehat. (Larry Dossey, MD, Healing Words, edisi Indonesia, Gramedia Pustaka Utama, 1996)

Dalam terapi penyembuhan Tao yang telah berusia ribuan tahun di Cina, juga dikenal metode penyembuhan mirip seperti di atas, yang dikenal sebagai energi Senyum Pencerahan.

Orang yang sehari-hari suka uring-uringan, marah, sedih, tertekan, takut, khawatir dan aneka perasaan buruk lainnya, di dalam terapi penyembuhan Tao disebut memiliki energi negatif. Jenis-jenis energi negatif ini secara bersama-sama menyebabkan penyakit kronis. Energi negatif dengan penyakit yang ditim­bulkannya dapat dilawan dan disembuhkan dengan membangkitkan energi Senyum Pencerahan.

Bayangkanlah diri anda, berada di suatu tempat yang asing sedang kelelahan dan ke­bingungan mencari alamat. Tiba-tiba melintas seseorang dengan tersenyum manis kepada anda. Dunia kembali seakan membentangkan lengan­nya secara hangat menyambut anda.

Demikianlah, tersenyum kepada organ tubuh yang sakit, ibarat bercanda mesra dengan sang kekasih. Dalam pengobatan Tao, Senyum Pencerahan memiliki hubungan erat dengan kelenjar timus dan dapat meningkatkan aktivitas kelenjar timus ini. Padahal kelenjar timus merupakan muara kasih sayang dan daya hidup. Teori kanker yang dikembangkan oleh Sir Mac Farlane Burner, peraih Nobel dari Australia, menyimpulkan, peningkatan aktivitas kelenjar timus akan memperbesar kemampuan me­me­rangi penyakit kanker. (Mantak Chia, Rahasia Tao-Mengubah Stress Menjadi Energi Vitalitas, Ketindo Soho, Surabaya 1997).

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s