Seri Memaknai Kehidupan (59): MELAWAN SETAN HARUS DENGAN MANDAT ALLAH

       Dengan jiwa yang kokoh perkasa lagi budiman, serta memiliki cita-cita dan tujuan kehidupan, manusia memasuki Lingkaran Spiral Kehidupan Yang Kedua. Dalam babak kehidupan ini kita berkiprah secara nyata, berhubungan dengan makhluk dan hamba-hamba Allah yang lain. Untuk itu kita harus senantiasa menjaga integritas dan diri kita sehingga apa yang sudah kita capai dalam Lingkaran Pertama tidak terkontaminasi dan tidak mengalami degradasi. Kita juga wajib terus-menerus mengingat dan memahami janji-janji peniupan ruh kita, termasuk teguh mengemban amanah selaku khalifatullah fil ard.

Dalam Lingkaran Kedua kita pun harus menyadari bahwa di samping memberi tugas dan amanah kepada kita, Gusti Allah juga telah memberikan mandat dan kuasa kepada setan yang membawa senjata hawa nafsu dan pesona dunia untuk menggoda kita. Tidak akan terasa manisnya kehidupan, jika tak ada pahitnya penderitaan. Tak kan terasa nikmatnya minum jika tak ada rasa haus. Demikian pula tak kan ada indahnya keberhasilan jika tiada rintangan dan godaan.

Namun, siapa mampu melawan makhluk yang menerima dan membawa mandat serta kuasa Tuhan? Ustadz Mufasir dari Barubug – Serang mengajarkan, mandat harus dilawan dengan mandat. Oleh karena itu setiap hari, bahkan setiap saat kita harus naik banding memohon mandat dan kuasa dari Pangeran Yang Maha Kuasa untuk melawan dan mengalahkan godaan setan tersebut.

Kita harus tanpa jemu secara sadar me­libatkan Gusti Allah, memohon perlin­dungan, pertolongan, pembelaan, kemudahan dan ke­menangan dari-Nya yang terus menerus bagi kehidupan kita beragama, kehi­dupan di dunia ini maupun di akhirat kelak.

Untuk itu K.H. Moehammad Zain dari Bekasi juga memberikan nasihat agar kita sering berdoa dengan doa yang diajarkan langsung oleh Tuhan dalam surat Al Israa’ ayat 80, “Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanlah aku dari jalan keluar yang benar, dan datangkanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuatan yang menolong.”

Adapun cara yang paling sederhana adalah membaca ta’awudz, yaitu a’uudzu billaahi minassyaithaanir rajiim. Aku berlindung dari segala godaan setan yang terkutuk.

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s