Seri Memaknai Kehidupan (60): MELAWAN BERHALA-BERHALA MODERN.

 

 Sesudah diri kita baik dan kokoh, tiba saatnya melangkah lebih lanjut memasuki Lingkaran Spiral Kehidupan Yang Ketiga. Sebagaimana bunyi surat Ar-Ruum ayat 21, Allah meme­rintahkan kita mencari pasangan hidup sesuai kodrat kita.

Kita praktekkan dan amalkan sekarang, kehidupan kita dalam berinteraksi dengan pasangan kita, membangun keluarga dan rumahtangga yang sakinah, mawadah, warah­mah dan amanah. Marilah kita buktikan bahwa kita mampu mengemban amanah dan tang­gungjawab secara baik dalam mewujudkan ketenteraman, mengembangkan cinta dan membangun kasih sayang dalam kehidupan berkeluarga.

Marilah kita kayuh, kita layarkan bahtera rumahtangga kita mengarungi lautan kehidupan yang berombak dan bergelombang, penuh tipu daya, halangan dan rintangan, godaan serta cobaan menuju benua keberkahan Ilahi.

Dengan beban dan tanggungjawab yang semakin besar, namun penuh aura ketenteraman, serta limpahan cinta dan kasih sayang, kita melangkah kian jauh memasuki Lingkaran Spiral Kehidupan Yang Keempat, lingkaran yang lebih besar dan lebih penuh masalah. Di sini kita bersinggungan dengan banyak orang, dengan tetangga, dengan masyarakat, dengan teman sekerja dan seorganisasi, dengan pesaing-pesaing dan macam-macam lagi.

Banyak konflik kepentingan dalam lingkar­an kehidupan ini. Gangguan dan godaannya pun semakin berat. Keamanahan kita diuji dalam pergaulan dan pekerjaan. Kita diuji untuk bekerja keras dalam usaha dan tawakal dalam menerima hasil. Diuji sejauh mana telah menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, diuji bagaimana bertauhid dalam ibadah kehidupan sehari-hari. Mampukah kita menegakkan yang haq dan memberantas yang batil serta menghindari syirik chafi, yakni ketakutan kita pada kesusahan kehidupan dunia termasuk kehilangan kawan, mengalahkan keta­kutan kita kepada Gusti Allah, mengor­bankan ketaatan kita pada Allah swt dan Baginda Rasul.

Dalam lingkaran ini kita harus berani menghindari sekaligus membangun tekad perlawanan untuk menghancurkan berhala-berhala modern, berupa kekuasaan, kedudukan, pangkat, gelar, harta benda dan berbagai  pesona kenikmatan dunia lainnya yang mengganggu ketaatan kita kepada Allah dan Rasulullah.

Janganlah kita termasuk golongan orang-orang yang cepat merasa puas dengan hanya melaksanakan ibadah lahir dan kesalehan formal seperti, salat, puasa dan tarawih bersama di bulan Ramadhan, membayar zakat, berhaji dan umrah setiap tahun, serta berbaju taqwa dan berkopiah putih. Tetapi sementara itu kita tidak berani menghindari larangan Tuhan, khususnya yang bersifat pesona dunia seperti haus harta dan kekuasaan, sehingga menghalalkan segala cara, bergunjing atau ghibah serta menganggap enak perbuatan riswah atau suap menyuap dan komisi. Tidak berani menarik garis tegas antara yang haq dan yang batil, antara halal dan haram. Naudzubillah.

Meskipun kita harus teguh mempertahan­kan prinsip-prinsip tadi, namun membawakan­nya di dalam kehidupan menurut nasihat Abah K.H. Endang Buchorie Ukasyah dari Cipicung, Sumedang, harus juga bijaksana sebagaimana firman Allah swt dalam surat An-Nahl (16:125), “Serulah ke jalan Tuhanmu dengan bijaksana dan nasihat yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik pula.”

Mungkin beragam kesan dan reaksi muncul setelah membaca uraian ini. Tapi Tuhan Maha Mengetahui dan Maha Adil dalam memberikan pahala dan hukuman terhadap apa yang kita pikirkan dan perbuat.

Walau demikian wahai saudaraku, Tuhan Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Marilah kita kembali dalam pelukan kasih sayang dan am­punan-Nya, sebelum azab dan hukuman-Nya ditimpakan kepada kita. Bismillahi, astagh­firullah.  

 

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s