Fatwa Haram MUI: PENGAJIAN YANG MENGGANGGU LALULINTAS.

Fatwa Haram Pengajian (3)

Mengaji boleh, tapi menutup jalan haram

Reporter : Mohamad Taufik

Senin, 21 Januari 2013 07:56:00

Dua jamaah Majelis Rasulullah membantu polisi mengatur lalu lintas depan masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (14/1). (merdeka.com/imam buhori)

123
 

 

Beni tak sempat menghitung berapa kali dia balik arah memutar mobil akibat jalan ditutup karena pengajian. Lalu apakah dia marah dengan peserta pengajian, habib, atau kiai? Dia menjawab tidak. Namun sopir rumahan itu hanya kesal penutupan dilakukan tanpa informasi dan petugas pengatur lalu lintas kendaraan.

“Namanya mengaji tidak salah. Tetapi kalau menutup jalan sudah seharusnya diinformasikan dan yang penting ada petugas pengatur jalan biar tidak tambah macet,” kata dia ketika ditemui di Perumahan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin malam pekan lalu.

Beni bersama bosnya sering melewati Jalan Raya Pasar Minggu. Dia sudah akrab dengan kemacetan jalan itu, terutama ketika pengajian Majelis Rasulullah asuhan Habib Munzir bin Fuad al-Musawa digelar di Masjid Al-Munawar. Sepanjang pengamatannya, pengaturan jalan saat pengajian dimulai semakin tertib.

Dulu, lanjut pria berkumis ini, Jalan Raya Pasar Minggu memang pernah lumpuh ketika pengajian dimulai. Penyebabnya, tidak ada petugas pengatur lalu lintas. Di sisi lain jamaah hadir membludak, plus keberadaan lapak pedagang di pinggiran jalan. Tapi sekarang sudah tertib, polisi dan panitia pengajian sudah turun mengatur jalan.

Sebagai sopir, bagaimana tanggapan soal fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta, bahwa pengajian mengganggu ketertiban umum itu haram? “Masak pengajian haram. Tetapi kalau mengganggu orang lain, saya cuma berpendapat agar ditertibkan saja biar tidak mengganggu,” kata dia.

Sebelumnya, MUI DKI Jakarta mengeluarkan fatwa haram bagi pengajian mingguan mengganggu ketertiban umum. Misalnya pengajian menutup jalan tanpa berkoordinasi dengan pemerintah, polisi, perwakilan warga; rukun tetangga dan rukun warga, sehingga mengganggu pengguna jalan lainya.

Maman Imanulhaq Faqieh, pengguna jalan, mendukung fatwa haram penutupan jalan itu. Menurut dia, pengajian pada hakikatnya baik, namun bila mengganggu orang lain membuat pengguna jalan menggerutu, menjadi tidak baik. Mengaji, dia melanjutkan, adalah upaya mendekatkan diri kepada Alloh. Bila mengaji dilakukan dengan cara mengganggu orang lain menjadi tidak baik lagi.

Selama ini pengguna jalan sudah stres gara-gara jalanan di Jakarta macet. Bila ditambah kegiatan pengajian sambil menutup jalan, akan semakin macet lagi. “Baru kali ini saya melihat fatwa cerdas dari MUI. Saya rasa para ustaz bakal menerima fatwa itu,” kata lelaki akrab disapa Kang Maman ini di kawasan Kalibata.

Koordinator Acara Pengajian Nurul Musthofa Abdulrahman meminta MUI memperjelas fatwa itu. Bila pengajian dengan menutup jalan sudah mengantongi izin dari pemerintah, polisi, dan warga, menurut dia tidak apa-apa. Tidak melanggar aturan. Sebaliknya, bila tanpa mengantongi izin, “Saya sepakat dibubarkan saja. Mungkin yang haram seperti itu karena mengganggu,” dia menegaskan.

[fas]

2 Comments

Filed under Uncategorized

2 responses to “Fatwa Haram MUI: PENGAJIAN YANG MENGGANGGU LALULINTAS.

  1. Putri Rahma

    kalau begitu, sharusnya pemerintah membuatkan tempat yg luas. khusus NURUL MUSTHOFA DAN MAJELIS RASULULLAH.. Supaya tidak macet lgi .

    berantaskan mall mall . masa untuk hal dunia bgitu banyak. tetapi, hal AGAMA tak ada lahan😥

  2. islamjawa

    Setuju. Pengaturan tata ruang di kota-kota besar kita khususnya Jakarta ini memang kurang manusiawi. Fasum dan fasos masih jadi sloga. Anak-anak, remaja dan pemuda kita tidak memiliki saran dan prasarana untuk beraktivitas secara optimal dan baik. Juga untuk rakyat kebanyakan seperti jalur sepeda dan pejalan kaki dll. Semoga Gusti Allah segera membukakan pintu hati para elite kita. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s