Pesan Tempat di Sisi Allah Swt (2): SEDEKAH JARIYAH, SEPERTI APA?

 

Saudaraku,

Marilah kita bahas lebih lanjut syarat dan bekal sekaligus teman setia yang harus dibawa untuk “pulang kampung”  kembali ke haribaan Gusti Allah. Sebagaimana jika kita hendak bepergian jauh, apalagi mau pindah menetap selamanya ke negeri lain, maka bekal dan teman setia yang kita bawa haruslah yang sungguh-sungguh tepat dan berdayaguna serta setia. Karena bekal dan teman inilah yang akan menentukan jenis tempat tinggal  berikut suasananya, yang akan menentukan apakah kita akan memperoleh anugerah derajat yang mulia di sisiNya atau tidak. Apakah Istana Surgawi yang penuh berkah, ataukah  neraka jahanam yang penuh siksa dan azab.

Sebagaimana sudah kita bahas di Seri (1), syarat sekaligus teman setia itu menurut Kanjeng Nabi Muhammad Saw. hanya 3 hal, bukan yang lain. Sekali lagi, bukan yang lain. Yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang saleh.

Sedekah jariyah atau amal jariyah adalah sedekah atau amal yang kemanfaatannya ber­langsung terus menerus tanpa terputus, sehingga dengan demikian pahalanya pun mengalir terus. Adapun makna sedekah itu sendiri adalah pem­berian dari sese­orang (muslim) secara sukarela tanpa dibatasi waktu  dan jumlah tertentu, kepada orang-orang yang membutuhkan, yang dilakukan sebagai kebajikan untuk mengha­rap ridha Gusti Allah Swt. semata-mata.

Sedekah selalu dihubungkan dengan fakir miskin, sedangkan pemberian  kepada orang lain yang sederajat disebut hibah,  kepada orang yang lebih tinggi disebut hadiah.

Sedekah wajib (disebut zakat) dibatasi waktu­nya, obyeknya, prosentasenya, dan penerimanya (mustahiq­nya) sedangkan sedekah sunah tidak dibatasi.

Kanjeng Nabi Muhammad bersabda, “Bersedekahlah walau­pun dengan sebutir kurma, karena hal itu dapat menutup dari kelaparan dan dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Ibnu al-Mubarak)

Sedekah dalam konsep Islam mempunyai arti yang luas, tidak hanya terbatas pada pemberian sesuatu yang sifatnya materi kepada orang-orang miskin, tetapi lebih dari itu, mencakup semua perbuat­an kebaikan, baik bersifat fisik maupun non fisik.

Dari berbagai hadis, para ahli fikih membagi se­dekah menjadi:

1.   Memberikan sesuatu dalam bentuk materi kepada orang miskin.

2.   Berbuat baik dan menahan diri dari kejahatan

3.   Berlaku adil dalam mendamaikan orang yang bersengketa.

4.   Membantu seseorang yang akan menaiki ken­daraan yang akan ditumpanginya.

5.   Membantu orang yang mengangkat/memuat barang-barangnya ke dalam kendaraannya.

6.   Menyingkirkan rintangan-rintangan dari tengah jalan, seperti duri, batu, kayu, dan lain-lain yang dapat mengganggu kelancaran berlalulintas.

7.   Melangkahkan kaki ke jalan Allah Swt.

8.   Membacakan/mengucapkan zikir kepada Allah Swt, seperti tasbih, takbir, tahmid, tahlil dan istighfar.

9.   Menyuruh orang berbuat baik dan mencegah dari kemungkaran.

10. Membimbing orang yang buta, tuli, bisu serta menunjuki orang yang meminta  petunjuk tentang sesuatu seperti alamat dan lain-lain.

11. Memberi senyuman kepada orang lain.

Saudaraku,

Demikian luas arti dan banyaknya jenis sedekah jariah, sehingga semua orang tanpa kecuali bisa melakukannya. Bekal sedekah bukan hanya monopoli orang kaya saja, bahkan seorang fakir miskin pun memiliki hak serta kesempatan yang sama. Setiap orang bisa memberikan sedekah sesuai kemampuan masing-masing. Contohnya adalah memberikan senyum keramahtamahan kepada orang lain. Apalagi jika ditambah dengan memanjatkan doa dan dzikir  yang sudah sangat kita kenal lagi populer, yaitu “ assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh”,  semoga anda sejahtera serta dirahmati dan diberkati oleh Allah Swt.  Untuk tersenyum tidak perlu modal, tidak perlu biaya. Kenapa masih juga ada orang yang pelit dan malas tersenyum? Demikian pula mengucapkan “assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh”. Dengan mengucapkan salam seperti itu, yang harus pula dibalas sama oleh yang menerima salam, keduanya  berjanji untuk saling melindungi serta menghormati satu sama lain, saling mengasihi dan menyayangi. Muslim sejati, sesuai sabda Kanjeng Nabi, adalah yang lidah dan tangannya tidak membahayakan setiap muslim lainnya. Itulah menurut beliau, perbuatan baik yang paling utama di antara semua perbuatan baik.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Kamu tidak dapat memasuki surga  kecuali bila kamu beriman. Imanmu belumlah lengkap sehingga kamu berkasih-sayang satu sama lain. Maukah kuberitahukan kepadamu sesuatu yang jika kamu kerjakan, kamu akan menanamkan dan memperkuat kasih-sayang di antara kamu sekalian? Tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kepada yang kamu kenal maupun yang belum kamu kenal.” (Muslim).

Abdullah bin Amr RA mengisahkan bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw, “Apakah amalan terbaik dalam Islam?” Rasulullah SAW menjawab: Berilah makan orang-orang dan tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kamu saling mengenal ataupun tidak.” (Sahihain)

Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: ”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)

Saudaraku,

Ada lagi sebuah contoh sedekah jariyah  yang  bisa dengan mudah dikerjakan, yaitu menanam pohon. Banyak hadis dan kisah yang menceritakan kemuliaan perbuatan ini.  Perawi hadis tersohor, Muslim, meriwayatkan bebarapa hadis yang menyatakan bahwa seseorang yang menanam pohon atau tumbuh-tumbuhan, akan terus memperoleh pahala sedekah, setiap ada makhluk, baik manusia  maupun binatang  yang memakan atau pun yang mendapat manfaat dari pohon dan tumbuh-tumbuhan tersebut.

Betapa besar manfaat pohon dan tumbuh-tumbuhan bagi kehidupan, antara lain mencegah erosi, menyimpan air tanah dan menyaring udara yang kotor, sampai-sampai Kanjeng Nabi Muhammad bersabda, “Andaikata hari kiamat besok pagi tiba, sedangkan di tanganmu tergenggam sebutir bibit kurma, apakah yang harus kamu lakukan? Membuangnya sia-sia karena putus asa?  Tidak. Kamu teruskan menanam bibit kurma itu, sebab bagaimanapun, bagimu telah tersedia pahala karena menanamnya”.

Sungguh luar biasa. Karena itu marilah wahai saudaraku, kita berlomba-lomba dalam kebaikan, menyiapkan sebanyak-banyaknya bekal sedekah jariyah, meski itu hanya berupa senyum,  ucapan salam  dan menanam pohon.

Subhanallah walhamdulillah.

Beji, 23 Desember 2012.

4 Comments

Filed under Uncategorized

4 responses to “Pesan Tempat di Sisi Allah Swt (2): SEDEKAH JARIYAH, SEPERTI APA?

  1. Vans

    Subhanallah
    Maha Suci Allah dengan segala FirmanNya

  2. islamjawa

    Salam takzim

  3. Pingback: Sedekah Jariyah & Melawan Kezaliman Dengan Menanam Pohon : Hikmah Ramadhan (10). | B.Wiwoho : TASAWUF JAWA

  4. Abdullah

    Partisipasi dan amal jariyah dalam perluasan dan pembangunan masjidil
    haram dan masjid Nabawi

    1. Niat Ibadah ( dari Allah,Karena Allah dan untuk Allah)
    2. Membawa beberapa batu kerikil kecil yang Haq dari tanah air
    3. Point no 2 dapat dibawa sendiri/ dititipkan kepada Jamaah yang akan
    berangkat Umroh dan Haji
    4. Batu kerikil diletakkan diarea yg sedang dibangun/di Cor semen
    5. Atau dititipkan kepada pekerja pembangunan agar diletakkan ditempat
    tersebut
    6. Mudah-mudahan Allah Ridho dengan apa yang kita kerjakan

    * Umumnya waqaf qur’an
    * Tidak ada kotak amal di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
    * Mungkin Batu kerikil tidak berarti untuk sebagian orang,akan tetapi
    jika diletakkan di kedua Masjid tersebut,paling tidak batu kerikil ini
    akan menjadi bagian terkecil dari bangunan tersebut.
    * Moment Perluasan dan Pembangunan Masjidil haram dan Masjid Nabawi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s