Pesan Tempat di Sisi Allah Swt (4): ILMU YANG BERMANFAAT.

Di suatu siang yang amat terik, tiga orang anak berusia sekitar 10 tahunan,  sedang bermain-main di suatu area bekas kompleks pabrik yang sudah bertahun-tahun terbengkalai tak terurus. Di salah satu sudut bangunan, mereka menemukan sebuah peti yang berisi sejumlah makanan dan minuman kaleng serta beberapa bungkus biskuit. Lantaran lapar dan haus, secara spontan mereka langsung membuka makanan dan minuman tersebut. Tetapi begitu hendak meminumnya, tiba-tiba seorang dari mereka berteriak. “Stop! Tunggu dulu, jangan diminum, jangan dimakan”. Si anak yang berteriak itu mengamati kaleng demi kaleng, mencermati tulisan “ Best before : 25 Desember 1999”. Ada juga berbagai tanggal yang menunjukkan periode 8 sampai 11 tahun yang lalu.Padahal saat itu sudah tanggal 30 Agustus 2010.

Tanggal-tanggal ini, kata Si Anak tadi melanjutkan, menunjukkan batas akhir makanan-minuman ini boleh dikonsumsi. Jika melewati tanggal tersebut berarti kadaluwarsa, dan makanan serta minuman yang sudah kadaluwarsa berbahaya untuk dikonsumsi, karena bisa berubah menjadi racun atau timbul bakteri yang mengancam jiwa kita.

Dari mana Si Anak mengetahui hal itu? Orangtuanya sering mengajarkan untuk sebelum mengkonsumsi sesuatu, terlebih dahulu meneliti tanggal kadaluwarsa yang dicantumkan oleh produsennya. Orangtuanya mengajarkan sekaligus membekali ia ilmu pengetahuan tentang kecermatan dalam bersikap serta pengetahuan tentang makanan-minuman yang kadaluwarsa. Dengan ilmu pengetahuan seperti itu, maka selamatlah mereka dari bahaya yang akan timbul bila mereka mengkonsumsi minuman dan makanan yang ditemukan tadi. Inilah sebuah contoh sederhana, betapa besar manfaat ilmu pengetahuan.

 Saudaraku,

Hujjatul Islam — Sang Pembela Akidah dan Moral Islam — Al Ghazali dalam bukunya yang termashur “Minhajul Abidin” menyatakan, ada empat keharusan manusia yaitu:

1.   Harus mempunyai ilmu

2.   Harus mempunyai amal

3.   Harus mempunyai ikhlas

4.   Harus mempunyai khouf

 Allah Swt berfirman

“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya, benar-benar meliputi segala sesuatu.” (Ath-Thalaaq:12)

 Ayat ini cukup menjadi dalil, betapa mulia dan luhurnya ilmu, sekaligus keharusan men­carinya, apalagi ilmu tauhid.

Dengan ilmu manusia dapat mengetahui jalan yang terbaik menuju Allah Swt. sebab kalau tidak mengetahui jalannya, sama saja dengan orang buta yang berjalan tertatih-tatih tak tahu arah sama sekali.

Ilmu tersebut selanjutnya harus diamalkan. Kalau sudah mengetahui jalan terbaik menuju Gusti Allah, maka jalan tersebut haruslah ditempuh, sebab kalau tidak, berarti sama saja dengan me­nem­puh jalan yang tertutup yang sulit di­tembus.  Apalah pula artinya, kita tahu tujuan dan jalan bahkan cara menempuh perjalanannya, namun tidak beranjak sama sekali dari tempat kita duduk. Apalah artinya ilmu yang tidak diamalkan, yang tidak memberikan manfaat bagi orang lain. Ilmu itu menjadi mubazir.

Kemudian dalam beramal haruslah dengan keikhlasan, sebab jika tidak ikhlas maka kita akan rugi karena amal kita sia-sia.

Sementara itu, kita juga harus senantiasa takut, khouf, takut amal kita tidak diterima Allah, takut tidak dapat mengendalikan hawa nafsu, takut masih saja melanggar larangan Allah. Rasa takut kepada Allah, akan menjaga niat dan perilaku kita untuk selalu berada pada yang diridhai Allah Swt.

Al Imam Ahmad Abul Fadhal Athaillah Askandary dalam kitab Al-Hikam yang  terkenal menyatakan, “Ilmu yang terbaik ialah ilmu pengetahuan, yang disertai rasa takut terhadap Allah Swt. Ilmu pengetahuan  yang seperti itu akan bermanfaat pada kita. Sebaliknya jika tidak maka ilmu pengetahuan itu akan menyusahkan kita.”

Ilmu yang mengandung takut bercampur rasa agung kepada Allah akan membawa yang me­milikin­ya menjadi taat kepada Allah, selalu berada di atas garis-garis Allah, mendahulukan akhirat dari dunia dan selalu memberikan nasehat-nasehat yang baik terhadap umat manusia. Di samping itu tidak sombong dan juga senantiasa menghor­mati kekasih-kekasih Allah serta selalu bergaul dengan fakir miskin.

Sebaliknya ilmu yang tidak disertai rasa takut, tidak membawa kebaikan bagi yang punya. Sebab yang bersangkutan tidak dapat berpisah dari kesukaannya terhadap dunia dan menjuruskan ke­inginannya untuk mendapatkan dunia seba­nyak-banyaknya. Dia sombong, angan-angannya panjang dan lupa sama sekali bahwa suatu waktu akan mati, akan masuk kubur dan kelak diadili di Mahkamah Akhirat. Orang alim yang seperti itu begitu mencintai dunia dan mengumpulkan pesona dunia secara ber­lebihan sehingga lalai pada akhirat, lalai mentaati Gusti Allah.

Demikianlah, tidak berlebihan apa yang dika­takan ulama Syeikh Abu Hasan Asy-syadzali: “Ilmu pengetahuan itu laksana dinar (uang emas) dan dirham (uang perak). Jika Allah menghendaki, maka Dia akan menyusahkan anda dengan uang-uang tersebut.”

Karena itu marilah saudaraku,  kita mencari ilmu penge­tahuan yang bermanfaat, yang harus diamalkan secara ikhlas disertai rasa takut kepada Allah Swt. Bukan untuk menuruti bujukan setan dan hawa nafsu. Bukan demi harta benda, pangkat-derajat serta pujian manusia. Ingatlah, harta benda, pangkat dan derajat dunia bukanlah tujuan hidup kita selaku khalifatullah fil ardhi melainkan hanya sekedar sarana. Oleh sebab itu sarana tidak boleh mengalahkan tujuan.

Marilah pula kita ajarkan pemahaman ini kepada anak keturunan kita. Dan demi kedua orangtua kita, marilah kita amal lestarikan warisan ilmu pengajaran beliau yang bermanfaat bagi kemaslahatan sesa­manya. Insya Allah pahala amal beliau terus berjalan meskipun beliau telah wafat. Aamiin.

Beji, 01 Januari 2013.

 

1 Comment

Filed under Uncategorized

One response to “Pesan Tempat di Sisi Allah Swt (4): ILMU YANG BERMANFAAT.

  1. Pingback: Mencari dan Mengamalkan Ilmu yang Mengandung Takut : Hikmah Ramadhan (11). | B.Wiwoho : TASAWUF JAWA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s