Setan, musuh bebuyutan manusia (1 – 3) : MENGENAL TIPU DAYA SETAN.

 

Anda tahu setan, iblis, jin dan hantu? Kita semua pasti pernah mendengar kata itu. Tapi siapakah yang mengenalinya, apalagi yang pernah melihat wujudnya? Amat sangat sedikit orang yang memperoleh hidayah untuk bisa melihat wujudnya. Dan ini wajar saja, mengingat mereka itu memang makhluk gaib  yang sudah memperoleh ketetapan dari Gusti Allah, yaitu mereka dapat melihat kita , sedangkan manusia tidak dapat melihatnya (Surat Al A’raf: 27).

Lantas bagaimana mungkin kita bisa mengenalinya jika tidak bisa melihatnya? Lagi pula untuk apa kita harus mengenalinya? Justru lantaran tidak dapat melihatnya, maka kita harus mengenali sifat dan produk-produk perilakunya, agar kita bisa mengatasi serta mengalahkannya. Kita akan dapat mengenali dan insya Allah mampu mengalahkan setan sang penggoda itu apabila kita mau memahami serta menyadari sejarah penciptaan manusia.

Sebagaimana dikisahkan kitab suci Al Qur’an, dalam menciptakan alam raya seisinya, Gusti Allah juga menciptakan tiga jenis makhluk yang luar biasa. Pertama malaikat, yang menurut riwayat Aisyah diciptakan dari nur atau cahaya. Kedua, jin yang diciptakan dari api yang sangat panas (Surat Al Hijr : 27). Sesudah itu menciptakan manusia yang berasal dari tanah kering lagi hitam (Al Hijr : 26), yang kepada para malaikat Allah Swt berfirman akan menjadikan manusia sebagai khalifah  di muka bumi. Selanjutnya Gusti Allah memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepada manusia, sebagai tanda memuliakan serta menghormatinya (Al Baqarah : 30, 31, 32, 34 dan seterusnya, juga surat Al A’raf : 11, Al Hijr : 29 dan Al Kahfi : 50).

Tidak ada ayat ataupun hadis yang menjelaskan, apakah para malaikat yang berasal dari cahaya dan jin yang berasal dari api tersebut pada mulanya sama-sama disebut malaikat. Tapi perintah untuk bersujud kepada manusia di dalam berbagai surat itu, jelas-jelas menyebut malaikat, yang karena ketaatannya kepada Allah maka malaikat yang berasal dari cahaya langsung bersujud kecuali iblis yang berasal dari golongan jin. Sampai-sampai Allah menegurnya, “ ‘Apakah yang menghalangimu tidak bersujud (kepada Adam/manusia) ketika Aku memerintahkanmu?’ Iblis atau setan menjawab, ‘ Aku lebih baik dari padanya. Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah’ “ (Surat  Al A’raf : 12). Jawaban seperti itu adalah sebuah kesombongan, dan kesombongan membuat Allah murka. Sombong karena merasa lebih baik dari manusia, membuat iblis tidak taat kepada perintah Allah untuk bersujud kepada manusia, sehingga Allah berfirman, “Turunlah engkau dari surga karena engkau tidak patut menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya  engkau termasuk orang-orang yang hina” (Al-A’Raf:13).

Saya yakin banyak dari kita yang sudah membaca ayat tersebut bahkan ayat-ayat selanjutnya yang menggambarkan dialog iblis dengan Allah, termasuk permohonan ijin untuk menggoda dan menguji manusia, apakah betul-betul merupakan makhluk yang mulia. Dari surat-surat dan ayat-ayat tadi kita bisa menarik pelajaran serta pengetahuan bahwa kesombongan itu dibenci Allah dan merupakan salah satu akar dari semua dosa. Dalam tulisan “Jauhi Akar Semua Dosa” di buku “Mutiara Kehidupan Untuk Anak” saya kutipkan sabda Kanjeng Nabi Muhammad tentang wahyu Allah Swt kepada Nabi Musa yaitu, “Sesungguhnya induk segala kesalahan ada tiga yakni sombong, dengki atau hasud dan rakus. Dari tiga tadi lahir enam sikap jelek, maka sesungguhnya ada sembilan. Yang enam adalah gemar kenyang, tidur, gemar santai, cinta harta, cinta pujian dan cinta kekuasaan”.

Al Ghazali dalam kitab “Menuju Mukmin Sejati” juga mengupas penyebab kehinaan dan dosa yang semuanya datang dari nafsu. Ada tiga pangkal nafsu yaitu sombong, serakah dan iri-dengki. Supaya lebih populer dan mudah dicerna, saya menyebut ketiga hal itu sebagai akar dari semua dosa.

Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar mengajarkan kepada kita untuk memahami sikap taat malaikat dan ketidaktaatan iblis itu, sebagai bukti awal bahwa Allah telah menakdirkan di dalam iradatnya, menciptakan roh baik dan roh buruk.

Demikianlah baik dan buruk, malaikat dan setan, panas dan dingin, senang dan susah, lapar dan kenyang, selalu berpasangan bagaikan dua sisi dari satu keping uang logam.

Pelajaran lain yang bisa dipetik dari kisah iblis di atas ialah, iblis telah meminta dan memperoleh mandat dari Gusti Allah untuk menggoda dan menguji manusia. Iblis itu juga mengakui kebesaran serta kekuasaan Allah, dan tidak menyekutukannya. Iblis hanya tidak taat dan sombong. Sebaliknya manusia, dalam kisah-kisah selanjutnya sampai saat kiamat kelak, karena godaan iblis maka kecuali tidak taat dan sombong, juga ada yang menyekutukan Allah dengan iblis itu sendiri.

Sungguh luar biasa iblis ini. Disamping sudah menggenggam mandat dari Gusti Allah, mereka juga bisa melihat manusia, tetapi sebaliknya manusia tidak bisa melihatnya. Oleh sebab itu, wajar saja bagi kita pada umumnya jika tidak mudah mengatasi serta menaklukkan  iblis. Meskipun demikian kita tidak boleh kehilangan akal untuk menghadapinya. Salah satu cara yang cukup ampuh guna melawannya ialah dengan mengenali sifat serta ciri-ciri perbuatan setan.

Sifat serta ciri-ciri perbuatan setan tersebut ialah (1) kesombongan, (2) jahat – mungkar – batil dan hal-hal yang terkutuk, (3) durhaka, (4) ingkar, (5) perselisihan dan permusuhan, (6) boros, (7) keji, bengis dan kotor, (8) kikir, (9) pandai bujuk rayu, manis memperdaya agar manusia melakukan perbuatan-perbuatan (1) sampai dengan (8) diatas, khususnya membujuk manusia melupakan Gusti Allah, (10) menyesatkan dan menjerumuskan ke perbuatan-perbuatan di atas.

Maka apabila suatu saat kita tergoda, terpikir atau bahkan sudah melakukan perbuatan sebagaimana ciri-ciri tadi, atau misalkan tiba-tiba muncul rasa sombong pada diri kita, segera sadar dan bertaubatlah. Mohonlah ampun serta pertolongan dari Gusti Allah, karena kita telah, sedang atau akan digelincirkan oleh setan.

A’udzubillahi minasy syaithanir rajim.

 

Depok, 12 Mei 2013.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s