Ikhlas itu Ibarat Garam dan Akar.

Seorang sahabat bertanya, ikhlas itu yang bagaimana? Yang seperti garam, tanpanya semua makanan akan menjadi hambar, tapi ia sendiri tidak menampakkan wujudnya di dalam makanan tersebut.

Ikhlas itu juga ibarat akar dari sebatang pohon. Karena akar yang sehat, maka pohon bisa tumbuh dan berkembang, memiliki dahan, ranting daun dan bunga yang mengundang decak kekaguman orang. Namun orang tidak pernah memuji sang akar yang memang tidak nampak mata, yang sudah cukup puas bersembunyi di dalam tanah. Dari sikap akar yang seperti itulah pohon menghasilkan buah-buah amal soleh nan lezat. Menghasilkan madu yang bermanfaat bagi kesehatan manusia serta aneka keberkahan lainnya. Selamat menghayati filosofi garam dan akar ya sahabatku.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s