Surga Dikepung Kesulitan, Neraka Dikelilingi Kemudahan.

.

Dalam kehidupan sehari-hari dewasa ini kita sering mendengar ungkapan, “Mencari yang haram saja susah, apalagi yang halal”. Ungkapan ini menggambarkan betapa sulitnya kehidupan, terutama untuk berbuat baik. Kesulitan hidup yang seperti itu sudah diperingatkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad, sebagaimana hadis yang cukup populer yang dijadikan titik tolak bahasan Al Ghazali dalam mukadimah bukunya, Minhajul Abidin. Rosulullah saw bersabda: “Perhatikan, surga itu dikepung oleh segala macam kesukaran. Sedangkan neraka dikelilingi oleh segala hal yang menarik.” Lebih lanjut Kanjeng Nabi menegaskan: “Perhatikan, jalan ke surga itu penuh rintangan dan menanjak. Sedangkan jalan ke neraka itu mudah dan rata.”

Peringatan tersebut masuk akal apabila kita memahami dialog iblis dengan Gusti Allah yang memohon ijin atau mandat buat menggoda dan menguji manusia, demi membuktikan apakah memang manusia patut dimuliakan. Permintaan mandat ini dikabulkan Allah ( Surat Al A’raaf: 14 – 15), dan sesudah memperoleh mandat kemudian setan berujar: “Karena Engkau telah menghukum aku (sebagai yang) tersesat, aku akan benar-benar menghalangi mereka (manusia) dari jalan Engkau yang lurus. Aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka (maksudnya mengganggu manusia dengan segala tipu daya). Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka itu bersyukur (taat)” (Al A’raaf: 16 – 17).

Sungguh luar biasa iblis atau setan itu. Disamping sudah menggenggam mandat dari Gusti Allah, mereka juga bisa melihat manusia, sedangkan manusia sebaliknya, tidak bisa melihat iblis. Oleh karena itu kita tidak boleh kehilangan akal dalam menghadapinya. Salah satu cara yang cukup ampuh buat melawannya ialah dengan mengenali sifat serta ciri-ciri perbuatan iblis.

Sifat serta ciri-ciri perbuatan setan adalah semua perbuatan buruk atau semua perbuatan yang menghalangi manusia berbuat baik, terutama yang dimaksudkan untuk taat kepada Gusti Allah. Sifat dan ciri-ciri tadi yaitu (1) kesombongan; (2) jahat – mungkar – batil dan hal-hal yang terkutuk; (3) durhaka; (4) ingkar; (5) perselisihan dan permusuhan; (6) boros; (7) keji, bengis dan kotor; (8) kikir; (9) pandai bujuk rayu, manis memperdaya agar manusia melakukan perbuatan-perbuatan (1) sampai dengan (8) di atas, khususnya membujuk manusia melupakan Gusti Allah; (10) menyesatkan dan menjerumuskan ke perbuatan-perbuatan di atas.

Dalam melancarkan aksi peperangannya terhadap manusia, kecuali dilakukannya sendiri secara langsung khususnya dengan senantiasa mengotori hati manusia, setan juga menggerakkan divisi-divisi tempur yang lain yaitu Divisi Pesona Dunia, Divisi Nafsu dan Divisi Makhluk.

Pesona Dunia bertugas menipu dan menggoda manusia agar melupakan perintah-perintah Gusti Allah Sang Maha Sutradara, menakut-nakuti manusia yang hendak berbuat baik, dan menghalangi perjalanan manusia yang ingin menghambur dalam dekapan kasih sayang Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Divisi ini membesar-besarkan betapa pentingnya pesona dunia bagi kehidupan manusia, dan sebaliknya menakut-nakuti betapa sengsara hidup tanpa pesona dunia.

Divisi Makhluk bertugas menyesatkan perjalanan manusia dalam menunaikan peranannya selaku wakil dan utusan Allah di muka bumi (khalifatullah fil ard). Divisi Makhluk selalu berusaha membujuk manusia mengejar pesona dunia, disamping juga menghalang-halangi jika ada yang ingin berbuat baik dan mencegah keburukan. Sedangkan Divisi Nafsu bertugas menghalang-halangi perjalanan manusia melaksanakan misi kekhalifahannya.

Sahabatku, Divisi Nafsu adalah divisi perang setan yang paling berbahaya. Sebab menurut Al Ghazali, Divisi Nafsu tidak bisa dikikis habis sama sekali. Tidaklah mungkin manusia berpisah sama sekali dengan nafsu, yang betapa pun binalnya, ia tetap ada gunanya bagi manusia, karena nafsu adalah energi penggerak kehidupan. Orang yang tidak memiliki nafsu sama sekali, dia bukan manusia lagi.

Pendapat Al Ghazali itu sangat tepat. Bisa dibayangkan seorang manusia yang sudah tidak memiliki nafsu sama sekali. Dia tidak ingin apa-apa dan tidak mau melakukan apa-apa. Oleh karena itu maka yang harus kita lakukan adalah mengendalikan nafsu agar tidak menjadi liar, semaunya sendiri bak kuda binal yang lari kencang menuju tempat-tempat yang kotor dan berbahaya. Bagaikan mobil yang hanya memiliki pedal gas tanpa rem dan kemudi. Nafsu harus dikendalikan dengan alat kendali yang disebut taqwa, supaya tetap bergerak hidup namun terkendali baik, sehingga bisa membawa manusia pemiliknya manapaki rute safari kekhalifahannya dengan selamat. Juga harus dilengkapi dengan rem berupa kesabaran serta berbagai amalan batin lainnya.

Kini menjadi jelas, mengapa Baginda Rasul menggambarkan betapa mudahnya perjalanan ke neraka atau perbuatan menuju kemungkaran, dan betapa sulitnya perjalanan menuju surga atau ketaatan. Orang-orang yang bertasawuf disamping wajib melaksanakan syariat, juga harus menempuh perjalanan batin untuk mencapai maqam makrifat, mencapai tahap penyesuaian batin dengan Gusti Allah. Dan jalan menuju maqam itu bukanlah jalan yang datar, enak dan nyaman, melainkan penuh tanjakan, halangan dan rintangan bahkan tingkungan maut. Jalan yang penuh dengan gangguan, godaan dan serangan setan. Sebaliknya, perjalanan menuju kemungkaran cenderung sangat mudah dan lancar karena mendapat bantuan penuh dari setan dan balatentaranya.

Oleh sebab itu wahai Sahabatku, waspadalah apabila dalam perjalanan hidup, kita mengalami segalanya serba mudah, apalagi terlalu mudah. Sebaliknya tabah dan berserahdirilah ke dalam perlindungan dan pertolongan Gusti Allah Yang Maha Kuasa, jika perjalanan kita menuju taat, mengalami berbagai goncangan, gangguan, halangan dan rintangan. Karena itulah sebaik-baik perlindungan dan pertolongan.

Subhaanallaah walhamdulillaah.

 

1 Comment

Filed under Uncategorized

One response to “Surga Dikepung Kesulitan, Neraka Dikelilingi Kemudahan.

  1. Pingback: GODAAN HARTA, TAHTA & WANITA : Seri Etika & Moral Kepemimpinan (3). | B.Wiwoho : TASAWUF JAWA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s