Al Ghazali: Menjadi Mukmin Sejati

Kitab Minhajul ‘Abidin atau Menuju Mukmin Sejati adalah kitab tasawuf yang oleh pengarangnya, Al Ghazali, disebut sebagai ilham yang dianugerahkan oleh Allah Swt untuk memenuhi permohonannya agar bisa menulis kitab yang indah, yang cocok buat para ulama dan bermanfaat bila dibaca, serta belum ditemukan dalam karangan-karangannya sebelumnya.

Sahabatku, untuk menjadi mukmin sejati, Kanjeng Nabi Muhammad Saw mengajarkan banyak hal, beberapa di antaranya adalah tiga mutiara hikmah sebagai berikut:

Yang pertama, sebagaimana diceritakan Abu Hurairah. Rasulullah bersabda, “Siapa yang mau mengambil dari saya kalimat-kalimat ini lalu mengamalkan atau mengajarkannya kepada orang yang mau mengamalkannya?” Abu Hurairah menjawab. “Saya ya Rasulullah”. Lalu beliau memegang tanganku dan menghitung lima hal dan bersabda, “Jagalah dirimu dari segala hal yang diharamkan, niscaya kamu menjadi manusia yang paling taat beribadah. Relakan segala hal yang telah diberikan kepadamu, nis¬caya kamu menjadi manusia yang paling kaya. Berbuat baiklah kamu kepada tetanggamu, niscaya kamu betul-betul menjadi seorang mukmin. Cintailah orang lain sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, niscaya kamu menjadi seorang muslim yang sebenarnya, dan janganlah kamu terlalu banyak tertawa, karena terlalu banyak tertawa, mengakibatkan hati menjadi mati”.

Yang kedua, tentang sikap utama bagi seorang muslim sebagaimana diceritakan Abu Syuraih Al-Adawi. Kanjeng Nabi bersabda, “Barang siapa mengaku beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Barang siapa mengaku beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia memuliakan tamunya dengan menyediakan jamuannya.” Abu Syuraih bertanya, “Apa jamuannya ya Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Sehari semalam, dan jamuan itu tiga hari. Maka untuk hari-hari selanjutnya, menjadi sedekah baginya. Dan barang siapa mengaku beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia berkata yang baik atau (kalau tidak bisa) hendaklah diam.”

Mutiara yang ketiga, dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Abu Musa berkata: “Ya Rasulullah, siapa orang-orang Islam yang paling baik?”. Kanjeng Nabi menjawab: “Yaitu orang yang dapat menjadikan orang-orang Islam lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya”. Artinya, menjaga agar orang lain selamat dari perbuatan kita.

Tiga mutiara hikmah tadi kelihatannya sederhana, namun sering kita abaikan. Misalkan berbuat baik terhadap tetangga. Jangan-jangan kita bahkan tidak mengenal mereka sama sekali, karena masing-masing dari kita hidup dalam tembok tinggi tertutup rapat yang dijaga satpam dan anjing galak. Sementara penghuninya hanya masuk ke dalamnya selama beberapa jam sehari untuk sekedar tidur malam dan buang hajat.

Demikian pula menjaga agar perbuatan kita tidak merugikan orang lain. Pernahkah kita berfikir mendalam sebelum mengucapkan atau melakukan sesuatu perbuatan, seperti bisnis dan membuat sesuatu kebijakan publik? Sebelum kita menerima hadiah atau riswa lantaran jabatan kita? Adakah hak orang lain yang kita ambil atau kita rusak?

Meskipun nampak sederhana, contoh tiga mutiara hikmah tersebut mengandung tiga inti amalan dalam tasawuf yakni kebersihan, kesederhanaan dan pengabdian. Semoga Allah Yang Maha Luar Biasa, memasukkan kita ke dalam golongan para mukmin sejati, yang senantiasa memiliki kebersihan hati, iman dan amal saleh, yang senantiasa menjaga hak dan keselamatan orang lain, serta mencintai, mengasihi dan menyayangi sesamanya. Karena sebagaimana peringatan Baginda Rasul, barangsiapa tidak menyayangi manusia, pasti ia tidak disayang Tuhan.” Naudzubillah.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s